Jakarta (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan pembangunan pabrik sel baterai kendaraan listrik berkapasitas 6,9 gigawatt hour (GWh) per tahun di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, sudah rampung.
“Insyaallah, kayaknya sudah (rampung), ya. Insyaallah. (Peresmiannya) tinggal tunggu jadwal Pak Presiden (Prabowo Subianto),” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat.
Pabrik sel baterai tersebut dikembangkan oleh PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB).
Perusahaan tersebut merupakan patungan antara Indonesia Battery Corporation (IBC) dan konsorsium CATL-Brunp-Lygend (CBL) yang berlokasi di Karawang serta menjadi bagian penting dalam pengembangan industri baterai kendaraan listrik nasional.
Erani juga menyampaikan bahwa pabrik tersebut sudah mulai beroperasi secara bertahap.
“Sudah mulai beroperasi, walaupun mungkin masih bertahap, ya. Tapi sudah mulai beroperasi,” ucap Erani.
Presiden Prabowo Subianto meletakkan batu pertama (groundbreaking) pembangunan proyek Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi Konsorsium Antam-IBC-CBL di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH) di Karawang, Jawa Barat, Minggu (29/6/2025).
Pada awal Februari 2026, Director of Corporate Public Affair PT CATIB Bayu Hermawan menyampaikan pengembangan pabrik baterai EV itu berkapasitas 6,9 GWh dengan nilai investasi kurang lebih Rp7 triliun.
Komitmen untuk menjadi perusahaan yang ramah lingkungan juga diutarakan oleh Bayu melalui penggunaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 18 MWh dalam kegiatan operasionalnya.
Adapun estimasi jumlah tenaga kerja yang akan diserap saat pabrik tersebut mulai beroperasi mencapai kurang lebih 3 ribu pekerja.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: ESDM sebut pembangunan pabrik baterai EV di Karawang sudah rampung
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.