Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) mengusulkan komoditas telur ayam masuk dalam skema pengadaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sebagai langkah memperkuat stabilisasi harga tingkat produsen dan melindungi keberlangsungan usaha peternak rakyat.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda mengatakan usulan tersebut merupakan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk memperkuat perlindungan terhadap peternak telur.
"Bapak Menteri (Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman) menyampaikan arahan terkait permintaan agar pemerintah melakukan penyerapan telur melalui program CPP (Cadangan Pangan Pemerintah)," kata Agung di Jakarta, Senin.
Agung menyampaikan arahan tersebut disampaikan Menteri Pertanian secara daring saat mengikuti Rapat Koordinasi dan Stabilisasi Perunggasan bersama koperasi peternak, industri pakan, asosiasi dan PT Berdikari yang dilaksanakan di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta.
Menurut Agung, Menteri Pertanian akan bersurat kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) agar usulan pembentukan Cadangan Pangan Pemerintah untuk komoditas telur segera dibahas melalui rapat koordinasi terbatas (Rakortas).
Pembahasan dalam Rakortas diharapkan menghasilkan keputusan mengenai mekanisme penyerapan telur sebagai Cadangan Pangan Pemerintah untuk mendukung stabilisasi harga sekaligus menjaga keberlanjutan usaha peternak rakyat.
Agung menjelaskan penyerapan telur nantinya akan dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditunjuk pemerintah dengan mekanisme pembelian langsung melalui koperasi peternak di berbagai daerah.
Menurut Agung, skema tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan bantuan sosial maupun program penanganan stunting sesuai keputusan yang ditetapkan pemerintah melalui Rakortas.
Kementerian Pertanian berharap mekanisme pembelian langsung melalui koperasi mampu memotong rantai distribusi sehingga peternak memperoleh harga yang lebih layak dan menguntungkan.
Agung menyebutkan produksi telur nasional terus menunjukkan peningkatan dengan total produksi mencapai 7,05 juta ton, didukung bertambahnya populasi ayam petelur dan membaiknya kualitas genetik.
Ia mengatakan populasi ayam petelur meningkat sekitar 17 persen, sedangkan produksi telur naik sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya berkat pembangunan kandang baru dan manajemen budidaya.
"Hal ini karena banyak kandang baru, produksi yang bagus, serta kualitas genetik yang membaik," beber Agung.
Kementerian Pertanian optimistis usulan pembentukan Cadangan Pangan Pemerintah untuk telur mampu menjaga stabilitas harga, meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat, serta memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kementan usulkan telur masuk skema CPP demi lindungi peternak rakyat
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.