Bandung (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia terus mempercepat penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat permanen yang masih berproses agar dapat segera dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan miskin.
Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico di Bandung, Jawa Barat, Rabu, mengatakan dari target 100 Sekolah Rakyat permanen yang direncanakan selesai pada 2026, sebanyak 93 sekolah telah rampung, sedangkan tujuh lainnya masih dalam tahap penyelesaian.
"Total seharusnya tahun ini ada 100 sekolah permanen yang sudah jadi seperti ini. Namun dengan dinamika yang luar biasa, baru selesai 93. Yang tujuh sedang berproses," katanya.
Baca juga: KSP pastikan SR Terintegrasi Kabupaten Bandung siap beroperasi
Ia menjelaskan tiga Sekolah Rakyat permanen yang masih berproses berada di Papua dan telah memasuki tahap kontrak dengan salah satu lokasi sempat mengalami kendala sehingga pemerintah melakukan penyesuaian lokasi pembangunan.
"Tiga sudah berkontrak di Papua. Dari tiga itu, satu bermasalah kemarin. Jadi kami tadi malam rapat untuk mencarikan tempat penggantinya. Alhamdulillah sudah didapat di daerah Kota Jayapura," ujarnya.
Selain di Papua, empat Sekolah Rakyat permanen lainnya masih dalam proses pembangunan di Kabupaten Natuna dan Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau.
Menurut Robben, kondisi geografis wilayah kepulauan menjadi salah satu tantangan dalam penyelesaian pembangunan.
Baca juga: Mensos tegaskan Sekolah Rakyat butuh kolaborasi - integritas internal
Ia mengatakan Kemensos terus berkoordinasi dengan kementerian, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya agar seluruh proyek dapat diselesaikan sesuai target sekaligus mendukung perluasan akses pendidikan bagi masyarakat.
"Tahun ini nanti, insyaallah pada bulan Oktober, kita juga memiliki target pembangunan tahap tiga untuk gedung permanen sebanyak 250 gedung, dengan kapasitas sebagaimana yang kemarin diperintahkan oleh Pak Presiden," katanya.
Berdasarkan data Kemensos, sebanyak 101 Sekolah Rakyat melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 secara bertahap dalam empat gelombang.
Penambahan 250 gedung permanen pada tahap ketiga diharapkan semakin memperluas jangkauan layanan pendidikan berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan miskin di berbagai daerah Indonesia.
Baca juga: Pemkab Musi Banyuasin usulkan lahan Sekolah Rakyat
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.