Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan pelatihan guna meningkatkan kapasitas para kader kesehatan dalam melakukan penyuluhan dan edukasi pencegahan penyakit kepada masyarakat.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus seusai acara Fasilitasi Teknis Intervensi Kewilayahan dan Penanggulangan Tuberkulosis yang diselenggarakan terpusat di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, menyampaikan materi yang diberikan tidak hanya seputar tuberkulosis (TBC), melainkan sejumlah penyakit hingga pentingnya vaksinasi.
"Karena kader itu akan menjelaskan ke masyarakat, tidak hanya tuberkulosis ya, tapi nanti materinya ada diabetes melitus, hipertensi, vaksinasi, maka akan diberikan (pelatihan) sehingga kualitas pengetahuan tentang kesehatan jauh lebih baik," kata Wamenkes Benjamin.
Ia menjelaskan rencana mengenai pelatihan ini menjadi bagian realisasi keinginan para kader kesehatan yang berkeinginan memperoleh pengetahuan lebih mendalam tentang penyakit hingga cara penanganannya.
Wamenkes Benjamin mengatakan permintaan tersebut selalu diterima ketika berkunjung dan menemui kader kesehatan di setiap daerah. "Mereka yang meminta, mereka membutuhkan ilmu dan itu yang membuat saya terharu," ujarnya.
Mengingat banyak permintaan, maka program pelatihan bagi kader kesehatan akan dilaksanakan secara serentak se-Indonesia. "Itu akan memudahkan program kesehatan sukses di masyarakat karena kuncinya di kader," ucap Wamenkes.
Ia mengatakan mengedukasi kader kesehatan juga merupakan strategi dari optimalisasi penanganan masalah TBC di Indonesia, yang mengedepankan kegotongroyongan dari seluruh elemen.
Wamenkes Benjamin menyampaikan persoalan TBC memang perlu mendapatkan perhatian lebih, sehingga upaya pelacakan berjalan maksimal, khususnya yang menyasar kepada masyarakat kontak erat dengan penderita penyakit tersebut.
Ia mencontohkan peran serta kader begitu berdampak positif pada upaya menangani persoalan TBC melalui Program Kelurahan Siaga TBC di Kota Malang.
"Di Indonesia baru delapan persen, tapi Kota Malang sudah 100 persen dan Kota Bogor 100 persen, dengan adanya Kelurahan Siaga TBC otomatis kader sudah bekerja dengan bagus," kata Wamenkes Benjamin.
Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.