Daftar Isi
Jakarta -
Momen Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi pengingat penting bagi orang tua untuk tidak hanya memperhatikan kesehatan fisik anak, tetapi juga kesehatan mentalnya. Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) menyoroti penggunaan media sosial dan game online secara berlebihan yang berisiko mengganggu kesehatan mental anak dan remaja.
Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, mengatakan paparan layar atau screen time yang tidak terkontrol dapat memicu berbagai gangguan psikologis pada anak dan remaja.
"Penggunaan game online yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan jiwa pada remaja, seperti adiksi digital (kecanduan media digital), gangguan tidur, kecemasan, hingga depresi," terang Imran dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Jumat (24/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data menunjukkan, sekitar 8,05 persen pemain game bisa menghabiskan waktu lebih dari 4 jam sehari di depan layar. Durasi ini dinilai sudah masuk kategori mengkhawatirkan karena rentan mengganggu fungsi sosial serta prestasi akademik anak.
Imran menjelaskan, masa remaja adalah fase pencarian identitas yang diwarnai emosi tidak stabil atau fluktuatif. Tekanan teman sebaya ditambah paparan konten, yang memicu perbandingan sosial membuat remaja gampang mengalami overthinking dan gangguan tidur.
Masalah ini tak bisa dianggap sepele. Data survei I-NAMHS menunjukkan 34,9 persen remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan jiwa dalam setahun terakhir, dan 5,5 persen di antaranya sudah memenuhi kriteria gangguan klinis.
Langkah Penting yang Bisa Dilakukan Orang Tua
Kemenkes menegaskan, solusinya bukan melarang penggunaan teknologi secara total, melainkan bagaimana orang tua mendampingi dan membatasinya. Beberapa tips praktis yang bisa diterapkan, seperti:
- Batasi Layar: Buat aturan bersama anak untuk membatasi main game maksimal 1-2 jam sehari.
- Jaga Pola Tidur: Pastikan anak tidur cukup 7-9 jam sehari dan bebas dari gadget sebelum tidur.
- Aktivitas Fisik: Ajak anak bergerak setidaknya 60 menit sehari.
- Deteksi Dini: Peka terhadap perubahan emosi anak, penurunan nilai sekolah, atau sifat menarik diri.
"Teknologi boleh membantu, tapi kesehatan jiwa yang menentukan masa depan," tegas Imran.
Bagi orang tua yang mendapati anaknya bermain gadget lebih dari 4 jam sehari atau menunjukkan tanda-tanda kecanduan, Kemenkes menyarankan untuk memanfaatkan layanan skrining mandiri via SATUSEHAT Mobile. Bisa juga dengan melakukan konsultasi awal melalui platform DARA sebelum berkonsultasi ke tenaga profesional.
(sao/suc)