Palembang (ANTARA) - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatera Selatan selama 12 hari mulai 19 hingga 30 Juli 2026, sebagai upaya meningkatkan potensi hujan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kemenhut Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto di Palembang, Selasa, mengatakan OMC difokuskan pada wilayah yang masih terjadi karhutla maupun daerah yang berpotensi mengalami kebakaran, agar hujan dapat membantu proses pengendalian di lapangan.
"OMC mulai 19 hingga 30 Juli 2026 dengan dukungan anggaran dari Kementerian Kehutanan. Target OMC hujan dapat turun, khususnya di lokasi-lokasi terjadi karhutla, sehingga membantu menekan perkembangan titik api dan mempercepat penanganan di lapangan," katanya.
Baca juga: OMC BNPB di Sumatera hingga 1.201 sorti hindari bencana susulan
Hujan yang dihasilkan melalui OMC, lanjutnya, diharapkan tidak hanya membantu proses pemadaman, tetapi juga meningkatkan ketersediaan air di embung dan kanal yang selama ini dimanfaatkan sebagai sumber air bagi tim pemadam.
"Hujan yang turun diharapkan dapat membantu mempercepat proses pemadaman, mengisi embung dan kanal, serta membasahi lahan yang semakin mengering," ujar Ferdian.
Pelaksanaan OMC didukung oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang bertugas menganalisis kondisi cuaca dan atmosfer, menyusun prakiraan cuaca, serta menentukan potensi pertumbuhan awan yang layak untuk dilakukan penyemaian.
Sementara itu Lanud Sri Mulyono Herlambang memberikan dukungan dalam koordinasi lalu lintas udara, aspek teknis penerbangan, dan keselamatan selama operasi berlangsung.
Baca juga: Semaian butiran garam untuk penanganan Karhutla di Sumatera Barat
Pada hari pertama pelaksanaan OMC, tim melakukan satu kali sorti penyemaian awan dengan menebarkan 800 kilogram Natrium Klorida (NaCl) di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Ferdian berharap operasi modifikasi cuaca tersebut dapat berjalan optimal, sehingga memberikan dampak signifikan terhadap pengendalian karhutla di Sumatera Selatan (Sumsel), terutama di daerah yang menjadi prioritas penanganan.
"Kami berharap operasi ini berjalan optimal dan memberikan dampak signifikan dalam mendukung pengendalian karhutla di wilayah Sumsel, terutama pada daerah-daerah yang saat ini menjadi prioritas penanganan," kata Ferdian Krisnanto.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.