Kemenhub dan KBRI Malaysia perkuat perlindungan pelaut di perbatasan

July 2026 · 3 minute read

Kemenhub dan KBRI Malaysia perkuat perlindungan pelaut di perbatasan

Kamis, 16 Juli 2026 14:55 WIB

Image Print

Lokakarya tentang Perlindungan Pelaut dan Pencegahan Permasalahan Kapal Indonesia di Malaysia yang diinisisikan oleh KBRI Kuala Lumpur Malaysia bersama dengan Kemenhub dan jajaran di Batam, Kepri, Kamis (16/7/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)

Batam (ANTARA) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur Malaysia memperkuat upaya perlindungan pelaut Indonesia terutama di perbatasan antara Batam, Kepulauan Riau (Kepri) dan perairan Malaysia.

Atase Perhubungan KBRI Kuala Lumpur Sindu Rahayu mengatakan Malaysia masih menjadi salah satu negara tujuan utama pelaut Indonesia karena tingginya kebutuhan tenaga kerja di sektor pelayaran dan maritim.

“Malaysia merupakan salah satu negara tujuan kerja utama untuk pelaut Indonesia, namun dalam pelaksanaannya masih ditemukan persoalan untuk hak kewajiban pelaut dan keselamatan kerja,” kata Sindu Rahayu di Batam, Kamis.

Selain itu, ia menyampaikan kerap ditemukan kapal berbendera Indonesia yang memasuki perairan Malaysia, dan masih belum memenuhi ketentuan keselamatan maupun administrasi.

Maka dari itu, pihaknya bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kemenhub menginisiasi lokakarya untuk memberi pemahaman mengenai keselamatan berlayar, kepatuhan terhadap regulasi maritim, serta pencegahan permasalahan kapal di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia seperti di Batam.

Sindu mengharapkan lokakarya tersebut dapat meningkatkan kesadaran peserta terhadap keselamatan kerja dan kepatuhan terhadap ketentuan maritim, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat memicu permasalahan atau penahanan kapal Indonesia di Malaysia.

Baca juga: Matahari di atas Kabah, Kemenag Kepri: Cek arah kiblat!

Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Hubla Kemenhub Samsuddin mengatakan kegiatan tersebut diharapkan menjadi referensi dalam meningkatkan perlindungan pelaut Indonesia yang bekerja di luar negeri, tidak hanya di Malaysia tetapi juga di negara lain.

"Fokus workshop ini adalah perlindungan awak kapal. Bukan hanya di Malaysia, tetapi juga bagi pelaut Indonesia yang bekerja di berbagai negara. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan ingin memastikan perlindungan diberikan sejak sebelum keberangkatan hingga selama mereka bekerja," ujarnya.

Ia mengakui hingga kini pemerintah masih menerima berbagai pengaduan dari awak kapal maupun asosiasi pelaut terkait persoalan yang dihadapi pelaut Indonesia di luar negeri.

Menurut dia, perlindungan tersebut dimulai dengan memastikan pelaut berangkat melalui prosedur resmi, menggunakan jalur yang sah, dan melalui perusahaan penempatan atau manning agency yang memiliki izin.

“Berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura, Batam memiliki posisi yang strategis dalam mendukung kelancaran transportasi laut, pelayanan kapal dan perlindungan terhadap pelaut Indonesia,” katanya.

Ia berharap workshop tersebut menjadi wadah efektif untuk memperkuat komunikasi antar pemangku kepentingan sekaligus meningkatkan pelayanan di bidang perkapalan.

"Kedekatan geografis dan tingginya aktivitas pelayaran di wilayah Batam menjadikan perlindungan pelaut serta pencegahan permasalahan kapal sebagai isu yang krusial. Kami menyambut baik workshop ini sebagai upaya bersama antara negara tetangga," katanya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemenhub-KBRI Malaysia perkuat perlindungan pelaut di perbatasan

Pewarta : Amandine Nadja
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.