Kemarau panjang, petani Tulungagung panen raya padi 272 ton - ANTARA News Jawa Timur

September 2026 · 2 minute read

Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Sejumlah kelompok tani di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, berhasil memanen padi di tengah kemarau panjang, dengan produksi diproyeksikan mencapai 272 ton gabah dari lahan seluas 34 hektare di daerah itu.

Pelaksana Tugas Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, Selasa, mengatakan, panen raya tersebut merupakan bagian dari panen bergilir karena waktu tanam petani di wilayah setempat tidak berlangsung serentak.

Panen kali ini dilakukan di Desa Bono, Kecamatan Boyolangu, Selasa.

"Panen dilakukan secara bergilir karena masa tanam para petani di Tulungagung tidak dilakukan secara bersamaan," kata Ahmad Baharudin.

Ia mengatakan produktivitas lahan padi pada panen kali ini mencapai sekitar tujuh hingga delapan ton gabah per hektare. Dengan luas lahan 34 hektare, produksi diproyeksikan mencapai 272 ton gabah.

Menurut dia, kondisi gabah yang dipanen cukup baik meskipun sejumlah wilayah Tulungagung terdampak kekeringan akibat kemarau panjang.

Bulir padi pada panen kali ini dinilai terisi penuh dan berbobot sehingga kualitas gabah lebih baik dibandingkan sebelumnya.

"Kondisi gabah pada panen kali ini dinilai cukup baik. Apalagi bulir padinya terisi penuh dan berbobot, sehingga kualitas gabah tahun ini lebih berat dari sebelumnya," ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Tulungagung Suyanto mengatakan panen tersebut merupakan bagian dari musim tanam kedua (MT2). Setelah panen, petani akan memasuki musim tanam ketiga (MT3).

Menurut dia, petani di Tulungagung dapat menjalani tiga musim tanam dalam setahun. Produksi beras daerah tersebut juga masih mengalami surplus.

"Produksi kita tahun ini sebanyak 217.216 ton padi atau 125.985 beras. Sedangkan kebutuhan beras per bulan sebanyak 6.769 ton. Kita surplus beras sebanyak 72.683 ton," kata Suyanto.

Produksi tersebut menjadi salah satu penopang ketersediaan pangan di Tulungagung saat sebagian wilayah menghadapi dampak kemarau panjang.

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.