Kapolda Kalteng minta permukiman siapkan langkah cepat hadapi karhutla

August 2026 · 4 minute read

Kapolda Kalteng minta permukiman siapkan langkah cepat hadapi karhutla

Jumat, 28 Agustus 2026 21:52 WIB

Image Print

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama Gubernur Kalteng dan Pangdam Tambun Bungai saat memantau situasi karhutla di Kotim menggunakan drone, Jumat (28/8/2026). ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Kapolda Kalteng) Irjen Pol Iwan Kurniawan meminta pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kesiapan di kawasan pemukiman untuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau yang masih berlangsung.

"Saya minta di wilayah pemukiman dibuat upaya persiapan, dalam arti kalau ada kebakaran harus seperti apa lingkungan kita. Jangan terlalu mengandalkan BPBD atau pemadam kebakaran," kata Iwan Kurniawan di Sampit, Jumat.

Hal ini ia sampaikan saat meninjau penanganan karhutla di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bersama Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin dan lainnya.

Dalam kunjungan itu, ia meminta Bupati Kotim, Kapolres Kotim dan Dandim 1015/Sampit meneruskan arahan tersebut hingga tingkat desa agar masyarakat memiliki kesiapan menghadapi kebakaran di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, kesiapan masyarakat menjadi penting karena kebakaran yang terjadi di Kotim saat ini sudah cukup luas dan menimbulkan dampak berupa asap yang menyebar ke sejumlah wilayah.

“Supaya kalau ada kebakaran, cepat ditangani. Kita berupaya untuk mencegah wilayah kita masing-masing,” ujarnya.

Iwan menyampaikan, berdasarkan pantauan udara yang ia lihat secara langsung ketika menuju Kotim menggunakan helikopter, kondisi karhutla di wilayah tersebut sudah sangat mengkhawatirkan.

Luasan lahan yang terbakar cukup besar, sedangkan asap akibat kebakaran telah menutupi sejumlah wilayah. Bahkan, Kota Sampit pun tidak terlihat dari udara karena diselimuti kabut asap.

Arah angin turut mempengaruhi penyebaran asap. Selain menutup sebagian wilayah Kota Sampit, asap juga bergerak ke arah barat hingga berdampak terhadap wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan.

Baca juga: Gubernur siapkan hadiah Rp5 juta untuk pelapor pembakar lahan di Kotim

Kondisi tersebut tentunya tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan, terutama akibat paparan asap dalam waktu lama.

“Jangan sampai nanti masyarakat Kotim banyak yang sakit, terkena ISPA dan akhirnya tidak bisa bekerja, bahkan mengganggu seluruh aktivitas,” tuturnya.

Oleh sebab itu, Kapolda Kalteng mengingatkan masyarakat untuk tidak membiarkan kebakaran di lahan masing-masing tanpa penanganan.

Pemilik lahan juga diminta segera melakukan upaya pemadaman ketika mengetahui adanya api agar kebakaran tidak meluas ke area lain.

Ia menegaskan pemilik lahan yang tidak berupaya memadamkan kebakaran dapat menghadapi proses hukum. Kepolisian telah memproses sejumlah kasus pembakaran lahan, baik yang dilakukan dengan sengaja maupun akibat kelalaian.

“Ketika ada lahan terbakar, pemilik lahan tidak berupaya memadamkan, kami bisa memproses itu secara hukum,” tegasnya.

Selain meningkatkan kesiapsiagaan lingkungan, Iwan meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan kebakaran agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Baca juga: Gubernur Kalteng salurkan bantuan air bersih dan pangan untuk warga Kotim

Masyarakat dapat memanfaatkan layanan kepolisian melalui nomor 110 untuk menyampaikan informasi mengenai kejadian kebakaran. Kecepatan laporan dinilai penting karena api dapat dengan cepat meluas, khususnya pada kondisi lahan yang kering.

Ia juga mengingatkan bahwa pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama, mengingat dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pemilik lahan atau wilayah yang terbakar, tetapi dapat meluas hingga ke daerah lain.

“Kita sama-sama menjaga. Kalau melihat kondisinya dari atas, sangat mengkhawatirkan sekali,” tambahnya.

Iwan menambahkan musim kemarau di Kalimantan Tengah masih diperkirakan berlangsung cukup panjang. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi kemarau diperkirakan masih terjadi hingga Oktober.

Dengan kondisi tersebut, ia meminta kesiapan menghadapi karhutla tidak hanya dilakukan oleh pemerintah dan aparat, tetapi juga diperkuat dari tingkat lingkungan dan pemukiman.

Kesiapan itu antara lain berupa kesepakatan warga mengenai tindakan yang harus dilakukan ketika muncul api, percepatan penyampaian informasi, serta upaya pemadaman awal sebelum kebakaran berkembang menjadi lebih besar.

“Kita jaga masalah kebakaran dan juga kita jaga hal-hal lain yang mungkin bisa menimbulkan permasalahan di lingkungan,” demikian Iwan Kurniawan.

Baca juga: BKSDA evakuasi trenggiling dari areal bekas karhutla di Sampit

Baca juga: BPBD Kotim akan gunakan zat tambahan percepat pemadaman karhutla

Baca juga: Pemprov Kalteng sediakan sembako murah untuk sejumlah kabupaten

Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.