Momentum tersebut menjadi fase lanjutan perjalanan GSIH yang telah dikembangkan sejak 2025 melalui Hub awal di Jakarta, Bandung, dan Medan.
Pengalaman dari Hub yang telah berjalan menjadi pijakan bagi GSIH untuk memperluas ruang kolaborasi dan menjangkau lebih banyak pelaku ekosistem digital di berbagai wilayah
Peluncuran serentak menghubungkan 10 Hub di Jakarta, Batam, Medan, Bandung, Malang, Makassar, Papua, Yogyakarta, Aceh, dan Surabaya dalam satu jejaring nasional.
Baca Juga: DJED Komdigi Perkuat Peran Keluarga dalam Wujudkan Ekosistem Gim yang Sehat dan Ramah Anak
Hub yang telah lebih dahulu berjalan melanjutkan pengembangan programnya, sementara kehadiran Hub di wilayah lainnya memperluas jangkauan GSIH. Agar semakin banyak potensi daerah dapat terhubung dengan peluang di tingkat nasional maupun global.
Cara kerja GSIH terlihat dari aktivasi yang disesuaikan dengan karakter tiap daerah.
Jakarta mengangkat “Ready, Unite, New Era”, Bandung membawa tema “Meningkatkan Kompetensi Pemuda sebagai Digital Marketer Profesional untuk Mendorong Pertumbuhan Wirausaha Muda Berbasis Digital”, Batam mengusung “Level Up Batam: Building Stronger Communities, Growing a Stronger Digital Ecosystem”, sementara Medan menghadirkan “Bikin Paten Bisnis Medan!” yang mempertemukan startup dengan UMKM.
Di daerah lain, Makassar mengangkat “Building a City-Scale Digital Ecosystem: Connecting Talent, Innovation, Community”, Malang membawa “From Gathering to Growing Together”, dan Yogyakarta mengusung “Building a City-Scale Digital Ecosystem: Connecting Talent, Innovation, Community & Industry.” Sementara itu, Papua menghadirkan Official Launching & Ecosystem Activation, AI Capacity Building & Hands-on Workshop, serta Talent Scouting & Local Mentor Development, sedangkan Aceh menggelar Community Meetup sebagai ruang pertemuan dan penguatan jejaring komunitas lokal.
Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa setiap Hub memiliki fokus yang berbeda sesuai kebutuhan dan potensi daerah, namun tetap terhubung dalam satu jejaring GSIH nasional.
Baca Juga: Komdigi Harus Lebih Tegas Jaga Ruang Digital dari Hoaks dan Disinformasi
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa pemerataan akses menjadi salah satu tujuan utama dalam perluasan jaringan GSIH ke berbagai daerah.
“Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia sangat menjanjikan, tetapi pemerataannya masih perlu diperkuat. Karena itu, Garuda Spark akan terus diperluas hingga mencapai 20 Hub pada 2029 dan 500 Spoke di berbagai kabupaten dan kota. Targetnya bukan sekadar menambah jumlah titik, tetapi memastikan semakin banyak daerah memiliki akses terhadap ekosistem digital dan peluang untuk tumbuh,” jelasnya.
Sementara itu, Dirjen Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menyampaikan bahwa perluasan jaringan GSIH telah diikuti berbagai capaian dalam pengembangan ekosistem digital.
“Garuda Spark dimulai secara sederhana dari Jakarta, Bandung, dan Medan, tiga Hub dan 15 Spoke. Hari ini, Garuda Spark telah berkembang menjadi 10 Hub dan 60 Spoke. Bersama para mitra, kita telah menjalankan 178 program, menjangkau lebih dari 15.700 talenta digital, melibatkan 80 mitra, serta membina 80 startup. Startup di dalam ekosistem ini juga telah menarik investasi langsung senilai Rp429,5 miliar. Investasi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Namun, angka tersebut menunjukkan adanya kepercayaan terhadap kualitas inovator dan ekosistem yang kita bangun bersama,” jelasnya.
GSIH BSD City dihadirkan melalui kolaborasi antara Komdigi dan Sinar Mas Land dengan skema Private Owned, Government Operated (POGO).
Baca Juga: Menkomdigi Minta Platform Digital Buka Sistem Moderasi Konten di Indonesia
Sinar Mas Land mendukung penyediaan infrastruktur fisik, sementara Komdigi mengorkestrasi program dan jejaring yang menghubungkan pelaku inovasi dengan industri, investor, akademisi, pemerintah, serta mitra global.
“Kami optimistis inisiatif Garuda Spark Innovation Hub dalam membangun industri digital di Indonesia akan semakin berdaya dengan berada pada sebuah ekosistem yang memang diperuntukkan untuk hal itu, seperti satu di antaranya Biomedical Campus, BSD City. Dengan begitu akan hadir semakin banyak inovator digital ke tempat seperti ini guna bersinergi, mempertemukan mereka dengan mitra global, mendorong peluang usaha baru semakin tersebar merata, termasuk turut menaikan kelas usaha mikro, kecil dan menengah,” terang Managing Director Sinar Mas, Ferry Salman.
Penguatan jejaring GSIH juga ditandai dengan penandatanganan dokumen kerja sama antara Komdigi dan Sinar Mas Land, Indosat Ooredoo Hutchison, Nongsa Digital Park, dan Ericsson sebagai bagian dari kolaborasi lintas sektor. Momentum tersebut sekaligus memperkenalkan GSIH BSD City sebagai “The New Home of Indonesia’s Digital Ecosystem & Global Gateway.”
Sebagai salah satu mitra dalam penguatan ekosistem GSIH, Presiden Direktur Ericsson Indonesia, Nora Wahby, menilai perluasan jaringan Garuda Spark Innovation Hub membuka peluang yang lebih besar bagi inovasi daerah untuk terhubung dengan teknologi, keahlian, dan pasar yang lebih luas.
“Perluasan Garuda Spark Innovation Hub menjadi 10 Hub merupakan langkah penting dalam memperkuat ekosistem digital Indonesia dan memperluas akses terhadap peluang inovasi di berbagai daerah. Ericsson berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan ekosistem inovasi digital Indonesia melalui penyediaan teknologi dan keahlian, sekaligus mendorong kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, startup, talenta, dan investor. Kolaborasi ini akan menjadi kunci untuk menghubungkan potensi lokal dengan teknologi, keahlian, dan pasar yang lebih luas. Melalui sinergi ini, kami berharap semakin banyak inovasi dari daerah dapat berkembang menjadi solusi yang memberikan dampak nyata bagi industri dan masyarakat, sekaligus memperkuat daya saing digital Indonesia di tingkat global,” Nora menjelaskan, melalui keterangannya, Jumat (28/8/2026).
Baca Juga: Menkomdigi: Perjanjian Dagang Resiprokal RI-AS Baru Berlaku Setelah Diratifikasi DPR
Melalui perluasan jaringan tersebut, Komdigi mendorong ekosistem digital yang semakin merata dengan menghubungkan potensi dan kebutuhan daerah dengan teknologi, industri, investasi, jejaring, serta pasar. Setiap Hub dikembangkan berdasarkan kebutuhan lokal namun tetap terhubung dalam jaringan nasional dan global untuk memperbesar peluang lahirnya inovasi dan bisnis yang memberikan dampak nyata.
Kementerian Komdigi mengajak startup, UMKM, talenta digital, komunitas, akademisi, industri, investor, serta seluruh pemangku kepentingan ekosistem digital untuk memanfaatkan jejaring Garuda Spark Innovation Hub sebagai ruang untuk bertemu, berkolaborasi, dan mengembangkan peluang baru.