Pontianak (ANTARA) - Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar mengerahkan jajaran membantu warga terdampak karhutla dan kekeringan melalui layanan kesehatan serta distribusi air bersih.
"Jajaran Polda Kalbar selain memberikan dukungan pemadaman, pendinginan hingga pembasahan area, juga memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," kata Alberd Teddy kata Teddy di Sungai Raya, Rabu.
Bantuan tersebut diberikan saat jajaran Polda Kalbar bersama TNI, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, BPBD, Manggala Agni, masyarakat peduli api, dan pemangku kepentingan menangani karhutla di Dusun Lintang Batang.
Teddy menambahkan, kebakaran yang terjadi dua hari sebelumnya sempat meluas hingga mendekati stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), namun berhasil dikendalikan melalui kerja bersama berbagai unsur.
Menurut dia, pelayanan tersebut meliputi pemeriksaan, pengobatan, pemberian obat-obatan, edukasi warga, serta pendistribusian air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama air minum.
Ia mengatakan kondisi ketersediaan air bersih di sekitar Dusun Teluk Batang, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, mulai mengkhawatirkan sehingga diperlukan langkah cepat untuk memastikan kebutuhan warga tetap terpenuhi.
"Kami juga mendengar laporan Bupati Kubu Raya yang akan mengecek tiga lokasi yang dipastikan memiliki sumber air. Mudah-mudahan bisa langsung dibor dan ditarik menjadi sumber air untuk masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Kubu Raya Sujiwo menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Kalbar dan jajarannya yang dinilai konsisten membantu pemerintah daerah menangani karhutla, termasuk ketika kebakaran terjadi pada malam hari.
Menurut Sujiwo, personel TNI-Polri bersama relawan, pemerintah dan pihak swasta telah berjibaku di lapangan untuk memadamkan kebakaran, sehingga dukungan aparat menjadi bagian penting dalam pengendalian karhutla di daerah tersebut.
"Kalau tidak ada TNI-Polri, saya sudah lempar handuk putih. Pemadaman itu kita kendalikan bersama-sama TNI-Polri, relawan, swasta dan pemerintah," katanya.
Sujiwo mengatakan penanganan karhutla tidak boleh dilakukan dengan saling menyalahkan, melainkan melalui kolaborasi dan gotong royong karena pemerintah menghadapi persoalan yang juga menyangkut keselamatan masyarakat.
Ia menilai langkah Kapolda yang turut memikirkan kebutuhan air bersih menunjukkan penanganan bencana tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga mitigasi terhadap dampak yang dirasakan masyarakat.
"Beliau sudah berpikir bagaimana memitigasi tentang keselamatan rakyat. Sekarang sudah mulai kelangkaan air bersih dan air minum. Beliau sudah berpikir sampai ke situ, karena keselamatan rakyat ini memang nomor satu," ujar Sujiwo.
Sujiwo mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan memberikan dukungan serta menjaga semangat kebersamaan dalam menghadapi karhutla dan kekeringan, sementara pemerintah terus melakukan berbagai langkah penanganan di lapangan.
Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.