Jumat, 31 Juli 2026 - 15:22 WIB
Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan pengusaha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) seluruh Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat. Pertemuan itu disebut terkait upaya mendong ekonomi di daerah.
Baca Juga
Ketua Umum KadinIndonesia Anindya Novyan Bakrie.mengatakan para pengurus Kadin yang hadir berasal dari 38 provinsi mulai dari Aceh hingga Papua. Mereka akan berdiskusi dan mendengar arahan Presiden Prabowo untuk meningkatkan ekonomi dari daerah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Hari ini, kami Kadin, datang bersama pimpinan-pimpinan Kadin di 38 provinsi. Jadi, sejak mendengar undangan dari Pak Presiden, mereka terbang, ada yang dari Papua, Papua Barat, Kaltara, NTT, Aceh. Nah kami ingin berdiskusi mengenai bagaimana bersama-sama bisa meningkatkan ekonomi dari daerah," kata Anin sesaat setelah tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat, 31 Juli 2026.
Baca Juga
Selain para pengurus Kadin, Anindya menyebut pertemuan juga turut dihadiri 30 asosiasi dan himpunan. Dia mengatakan, pertemuan tersebut merupakan lanjutan dari diskusi dengan Prabowo di kediaman Presiden di Kompleks Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada 2025 lalu.
"Ketika kami diundang ke Hambalang sebelum beliau melakukan raker dan itu diprediksikan bahwa kita akan menghadapi kondisi ekonomi dan juga geopolitik yang seperti sekarang ini. Nah sekarang bagaimana kita sama-sama untuk duduk menyikapinya, " kata Anin.
Baca Juga
"Karena dari keliling daerah, kita melihat semua tetap mencari jalan keluar, tetap optimis, tetapi dibutuhkan komunikasi yang semakin lancar dan semakin baik," tambahnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain para pengurus Kadin, pertemuan itu turut dihadiri jajaran menteri dan kepala lembaga Kabinet Merah Putih, di antaranya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.
Selanjutnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria, serta Dirut Pindad sekaligus CTO Danantara Sigit Puji Santosa. (Ant)
BI Disebut Tak Fokus Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Destry: Salah itu, Kami Tetap Konsen
Pejabat Gubernur Sementara, Destry Damayanti menegaskan BI tidak hanya berfokus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi tanpa memperhatikan pertumbuhan ekonomi.
VIVA.co.id
31 Juli 2026