Jokowi ke Penang, PM Malaysia hubungi lewat sambungan telepon

September 2026 · 2 minute read

Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menghubungi Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang sedang berkunjung ke Penang, Malaysia, untuk menghadiri dialog perdamaian.

PM Anwar meminta maaf karena tidak dapat menyambut dan menemui Jokowi secara langsung disebabkan telah ada agenda terjadwal bertemu rakyat Malaysia.

"Pagi ini sebelum menuju MAHA 2026 (Pameran Pertanian, Hortikultur dan Agropelancongan Malaysia), saya sempat menghubungi sahabat lama yang juga mantan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang kini berada di Pulau Pinang untuk menghadiri Penang Peace Dialogue," tulis Anwar dalam keterangan yang dikutip di Penang, Malaysia, Ahad.

Anwar menyatakan menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menemui Jokowi secara langsung di Penang, karena agenda bersama para petani, peternak, pekebun, dan komunitas agro di MAHA 2026 yang telah dijadwalkan lebih awal.

"Kami bertukar kabar dalam suasana yang penuh keakraban, selain saya menyampaikan solidaritas kepada saudara-saudara kita di Indonesia menyusul bencana gunung berapi serta tantangan kabut asap yang sedang dihadapi," kata Anwar.

Anwar menyampaikan Malaysia dan Indonesia bukan sekadar negara tetangga, tetapi dua bangsa serumpun yang diikat oleh sejarah, budaya, dan persaudaraan yang erat.

Dia menekankan amanah dan kedudukan dapat silih berganti, namun persahabatan dan rasa hormat akan terus kekal.

"Insyaallah, ikatan ini akan terus dipelihara demi kesejahteraan rakyat kedua negara serta keamanan dan kemakmuran kawasan," kata Anwar.

Presiden ke-7 RI Joko Widodo berada di Penang dari Sabtu (5/9) hingga Minggu untuk menyampaikan keynote speech pada acara Dialog Perdamaian Penang.

Acara itu bertujuan mengangkat upaya-upaya menciptakan perdamaian.

Baca juga: PM Malaysia: "Happy Birthday to Bapak Jokowi"

Baca juga: Jokowi: Karhutla masih bisa dikendalikan dengan baik

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.