Denpasar, Bali (ANTARA) - Bandara I Gusti Ngurah Rai membatalkan belasan jadwal penerbangan dari dan menuju Bali akibat peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Minggu.
"Sehubungan dengan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, dapat kami sampaikan bahwa terdapat sejumlah penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang mengalami pembatalan dan atau penyesuaian jadwal penerbangan," kata Communication & Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Gede Eka Sandi Asmadi, dalam keterangan resminya di Denpasar, Bali, Minggu.
Meski demikian, manajemen bandara memastikan operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan secara umum tetap berjalan normal dan optimal.
Adapun data yang dihimpun bandara, hingga Minggu pukul 10.00 Wita, pembatalan jadwal penerbangan mencakup lima rute kedatangan dari Jakarta (CGK) menuju Bali (DPS).
Penerbangan kedatangan yang dibatalkan yakni TransNusa 8B5106 dengan jadwal mendarat (STA) pukul 13.20 Wita, TransNusa 8B5104 STA pukul 09.45 Wita, Indonesia AirAsia QZ808 STA pukul 11.10 Wita, Indonesia AirAsia QZ806 STA pukul 09.00 Wita, serta Indonesia AirAsia QZ802 STA pukul 13.05 Wita.
Sementara itu, untuk rute keberangkatan dari Bali menuju Jakarta (DPS-CGK) dan Halim Perdanakusuma (DPS-HLP), dampak erupsi menyebabkan pembatalan dan penundaan pada 12 jadwal penerbangan.
Penerbangan keberangkatan terdampak diawali oleh Pelita Air IP105 rute DPS-CGK pada Sabtu (5/9/2026) dengan keberangkatan (STD) pukul 19.30 Wita yang dibatalkan.
Selanjutnya pada Minggu, penerbangan keberangkatan rute DPS-CGK yang dibatalkan yaitu Garuda Indonesia GA401 STD pukul 07.00 Wita, TransNusa 8B5105 STD pukul 09.10 Wita, TransNusa 8B5101 STD pukul 10.25 Wita, Indonesia AirAsia QZ809 STD pukul 07.50 Wita, dan Indonesia AirAsia QZ807 STD pukul 09.30 Wita.
Dilanjutkan, pembatalan keberangkatan Citilink QG197 rute DPS-HLP STD pukul 10.25 Wita, Garuda Indonesia GA407 DPS-CGK STD pukul 11.55 Wita, Citilink QG815 DPS-CGK STD pukul 10.50 Wita, Indonesia AirAsia QZ803 DPS-CGK pukul 13.35 Wita, dan TransNusa 8B5101 DPS-CGK STD pukul 10.25 Wita.
Sedangkan, untuk penerbangan Garuda Indonesia GA403 rute DPS-CGK STD pukul 07.00 Wita hanya mengalami penundaan (delayed).
Gede Eka menyampaikan bahwa manajemen PT Angkasa Pura Indonesia selaku pengelola bandara terus berkoordinasi secara intensif dengan berbagai pihak terkait guna menangani dampak operasional di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau ini.
"Manajemen berkoordinasi dengan sejumlah instansi, utamanya dengan maskapai penerbangan untuk terus melakukan pembaharuan jadwal penerbangan dan penanganan calon penumpang penerbangan terdampak yang telah berada di bandara, serta dengan AirNav Indonesia untuk memantau ruang udara yang terdampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau," ujarnya.
Atas kejadian ini, pengelola bandara juga telah menyiapkan fasilitas penunjang untuk memberikan kenyamanan bagi calon penumpang yang terdampak dan sudah memadati area terminal.
"Manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai turut menyiapkan layanan service recovery yang ditujukan kepada penumpang dari penerbangan terdampak yang telah berada di terminal bandara," kata Gede Eka.
Kepada para calon penumpang diminta untuk aktif memeriksa kepastian penerbangan mereka sebelum memutuskan menuju ke bandara.
"Kami turut mengimbau kepada calon penumpang pesawat udara untuk melakukan konfirmasi secara berkala kepada maskapai penerbangan terkait status dan jadwal penerbangan sebelum berangkat menuju bandara," tutur Gede Eka.
Untuk mempermudah akses informasi, bandara menyediakan layanan Contact Center InJourney Airports melalui nomor telepon 172 bagi masyarakat atau calon penumpang yang membutuhkan informasi lengkap terkait kebandarudaraan.
Baca juga: Delapan penerbangan di Bandara Palembang batal akibat erupsi Krakatau
Baca juga: Penutupan tiga bandara akibat erupsi Anak Krakatau diperpanjang
Baca juga: 4 bandara ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik Anak Krakatau
Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.