Jangan Cuma Ganti Oli, 6 Komponen Ini Juga Wajib Dirawat agar Mesin Tetap Sehat

August 2026 · 2 minute read

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:50 WIB

Jakarta, VIVA – Mesin merupakan jantung dari setiap kendaraan. Namun, tidak sedikit pemilik mobil maupun sepeda motor yang mengeluhkan performa mesin menurun, konsumsi bahan bakar semakin boros, hingga muncul kerusakan serius meski usia kendaraan belum terlalu tua.

Baca Juga

Padahal, menurut berbagai panduan resmi dari produsen otomotif, sebagian besar kerusakan mesin sebenarnya dapat dicegah melalui perawatan rutin. Masalahnya, banyak pemilik kendaraan hanya berfokus pada penggantian oli, sementara komponen penting lainnya justru sering terlupakan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lantas, komponen apa saja yang sering diabaikan tetapi memiliki peran besar terhadap kesehatan mesin? VIVA telah merangkum Kamis, 6 Agustus 2026, daftar komponen mesin kendaraan yang wajib dirawat.

Baca Juga

1. Filter Udara yang Kotor Membuat Mesin Kehilangan Tenaga

Filter udara bertugas menyaring debu dan kotoran sebelum udara masuk ke ruang pembakaran. Apabila filter mulai tersumbat, suplai udara menjadi berkurang sehingga proses pembakaran tidak berlangsung secara optimal. Akibatnya, tenaga mesin menurun, konsumsi bahan bakar meningkat, dan emisi gas buang menjadi lebih tinggi.

Baca Juga

Dalam panduan perawatannya menyarankan agar filter udara diperiksa secara berkala dan diganti sesuai interval servis atau lebih cepat apabila kendaraan sering digunakan di lingkungan berdebu. 

2. Cairan Pendingin (Coolant) yang Jarang Diganti

Banyak pemilik kendaraan hanya memeriksa volume coolant tanpa memperhatikan kualitasnya. Seiring waktu, cairan pendingin kehilangan kemampuannya dalam mengontrol suhu mesin sekaligus melindungi komponen dari korosi. Jika dibiarkan, risiko overheat meningkat dan dapat menyebabkan kerusakan serius seperti melengkungnya kepala silinder atau rusaknya gasket.

3. Timing Belt atau Timing Chain Tidak Pernah Diperiksa

Komponen ini sering terlupakan karena letaknya tidak terlihat dari luar. Timing belt atau timing chain berfungsi menyinkronkan putaran poros engkol dan poros nok agar katup dan piston bekerja selaras. Pada kendaraan yang masih menggunakan timing belt, penggantian sesuai rekomendasi pabrikan sangat penting.

Jika timing belt putus saat mesin bekerja, kerusakan yang terjadi bisa sangat parah dan membutuhkan biaya perbaikan yang besar. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

4. Filter Oli yang Tidak Diganti Bersamaan dengan Oli Mesin

Sebagian orang hanya mengganti oli mesin tanpa mengganti filter oli. Padahal, filter oli berfungsi menangkap partikel logam, karbon, dan kotoran hasil gesekan komponen mesin. 

Halaman Selanjutnya

Bila filter sudah jenuh, sirkulasi oli menjadi kurang optimal sehingga pelumasan tidak lagi maksimal. Akibatnya, gesekan antarlogam meningkat dan umur mesin dapat berkurang lebih cepat.