Depok (ANTARA) - UI GreenMetric mempertemukan jejaring universitas globalnya di Birkenfeld, Jerman, melalui rangkaian kegiatan selama empat hari dalam penyelenggaraan International Workshop on UI GreenMetric Sustainable University Rankings (IWGM 2026) ke-12, yang berlangsung pada 24–27 Agustus 2026 bekerja sama dengan Umwelt-Campus Birkenfeld, Trier University of Applied Sciences.
Mengusung tema “Mendorong Kampus Berkelanjutan melalui Tata Kelola, Digitalisasi, dan Kinerja Terintegrasi,” rangkaian kegiatan selama empat hari ini mempertemukan para pimpinan universitas, National Coordinator UI GreenMetric, akademisi, praktisi keberlanjutan, dan perwakilan institusi dari berbagai negara. IWGM 2026 menghadirkan 46 pemateri dari 25 negara dan diikuti oleh lebih dari 70 peserta. Sementara itu, Steering Committee Meeting mempertemukan perwakilan komunitas global UI GreenMetric dan berhasil menghimpun 19 laporan dari National Coordinator.
Dari Pemeringkatan Menuju Dampak
Rangkaian IWGM 2026 dimulai pada 24 Agustus dengan Steering Committee Meeting UI GreenMetric Sustainable University Rankings Network, yang meninjau perkembangan jejaring sekaligus membahas arah strategisnya untuk periode 2026–2027.
Diskusi berfokus pada upaya membentuk pendidikan tinggi dan riset global di bidang keberlanjutan, mengembangkan para pemimpin keberlanjutan, membangun kemitraan untuk menjawab tantangan bersama, serta memperkuat jejaring National Coordinator.
Dalam menyambut komunitas global UI GreenMetric, Dr. Vishnu Juwono, Ketua UI GreenMetric, merefleksikan penyelenggaraan IWGM sebelumnya di Nice, Prancis, sekaligus menekankan aspirasi yang lebih luas bagi jejaring UI GreenMetric.
“Saya ingin menambahkan satu aspirasi sederhana: dari pemeringkatan menuju dampak, dari pengukuran menuju transformasi, dari jejaring menuju kemitraan, dari kompetisi menuju kolaborasi, karena pada akhirnya keberhasilan UI GreenMetric tidak hanya diukur dari jumlah pesertanya," katanya.
Pesan tersebut mencerminkan semakin kuatnya penekanan UI GreenMetric untuk menerjemahkan pengukuran keberlanjutan menjadi transformasi institusional, kemitraan yang lebih kuat, solusi bersama, dan dampak yang lebih luas.
Dalam Steering Committee Meeting, Dr. Abellia Anggi Wardani, Wakil Ketua UI GreenMetric, memaparkan Laporan Perkembangan UI GreenMetric Sustainable University Rankings Network 2025–2026, yang menggambarkan periode tersebut sebagai tahun kemajuan dalam memperkuat hubungan dan bergerak menuju kolaborasi yang lebih luas.
Paparannya menyoroti tiga mandat utama yang menjadi panduan jejaring, yaitu membentuk pendidikan tinggi dan riset global, menciptakan pemimpin keberlanjutan global, serta membangun kemitraan untuk menghasilkan solusi atas berbagai tantangan keberlanjutan. Dalam kerangka tersebut, National Coordinator memainkan peran penting, tidak hanya dalam menghubungkan institusi, tetapi juga dalam memperluas gaung berbagai inisiatif keberlanjutan, mendorong pertukaran pengetahuan, dan memperkuat kolaborasi lintas negara.
Menuju 2027, UI GreenMetric membayangkan sebuah jejaring di mana universitas dapat berkolaborasi melintasi batas negara, penelitian dan praktik terbaik dipertukarkan secara terbuka, para pemimpin keberlanjutan diberdayakan, dan kemitraan menghasilkan dampak yang terukur. Arah ini dirangkum dalam visi: “Jejaring yang Tidak Sekadar Menghubungkan adalah Jejaring yang Bertindak.”
Berbagi Praktik Keberlanjutan Lintas Negara
Program utama workshop berlanjut pada 25 Agustus dengan sambutan dari perwakilan UI GreenMetric dan Umwelt-Campus Birkenfeld, termasuk Prof. Dr. Dorit Schumann, President of Trier University of Applied Sciences, dan Dr. Vishnu Juwono.
Pembukaan tersebut juga menandai peringatan 30 tahun Environmental Campus Birkenfeld dan mencakup penandatanganan Declaration of Membership of the UI GreenMetric Network.
Sebagai tuan rumah IWGM 2026, Umwelt-Campus Birkenfeld menjadi lokasi yang relevan bagi penyelenggaraan pertemuan ini. Prinsip keberlanjutan telah terintegrasi dalam kegiatan pendidikan, penelitian, operasional kampus, dan keterlibatan masyarakat, sementara kampus itu sendiri berfungsi sebagai laboratorium hidup (living laboratory) untuk keberlanjutan. Kampus ini juga dikenal sebagai kampus nol emisi (zero-emission campus) yang menggunakan energi panas terbarukan dan listrik hijau.
Pada 2025, institusi tersebut menempati peringkat keempat dalam UI GreenMetric dan menduduki posisi teratas dalam kategori Education and Research.
Sepanjang 25 dan 26 Agustus, berbagai sesi paralel membahas bidang-bidang utama dalam pengelolaan universitas berkelanjutan, termasuk Setting and Infrastructure, Energy and Climate Change, Water, Waste, Education and Research, serta Governance and Digitalization.
Berbagai presentasi mengeksplorasi topik seperti integrasi SDGs dalam pendidikan tinggi, sistem pemantauan keberlanjutan, teknologi smart campus, ekonomi sirkular, energi terbarukan, mitigasi perubahan iklim, pengelolaan air, pengurangan limbah, tata kelola institusi, serta penggunaan kecerdasan buatan dalam berbagai praktik terkait keberlanjutan.
Workshop ini juga menghadirkan dua pidato utama pada 26 Agustus. Prof. Dr. Peter Heck, CEO Institute for Applied Material Flow Management, menyampaikan presentasi berjudul “Highlights of 25 Years of Applied Research for Sustainability – Decarbonization and Circular Economy in Practice,” sementara Prof. Dr. Nadine Kammerlander dari WHU Otto Beisheim School of Management membahas “Female Leadership for Sustainability.”
Selain presentasi lisan dan poster, para peserta mengikuti sesi tanya jawab, kegiatan networking, tur kampus, kunjungan ke Hunsrück-Hochwald National Park, serta kunjungan ke Trier. Berbagai kegiatan tersebut membuka kesempatan untuk melakukan pertukaran akademik sekaligus membangun hubungan informal antarinstitusi.
Memperluas Jejaring Menjadi Kolaborasi
Rangkaian IWGM 2026 secara keseluruhan berakhir pada 27 Agustus dengan berbagai kegiatan yang berfokus pada kerja sama institusional.
Program mencakup diskusi meja bundar mengenai program studi berbahasa Inggris dan penelitian terapan, kolaborasi di bidang teknik dan ilmu komputer, serta kerja sama internasional melalui program pertukaran mahasiswa dan staf Erasmus serta berbagai bentuk kemitraan.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.