Islamic Relief Salurkan Bantuan untuk Keluarga Terdampak Gempa di Manggarai

August 2026 ยท 2 minute read

AKURAT.CO Islamic Relief Indonesia menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/2026).

Bantuan diberikan setelah Islamic Relief Indonesia melakukan asesmen, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, serta melakukan pendataan dan verifikasi rumah tangga terdampak di Kecamatan Cibal dan Cibal Barat.

Respons diprioritaskan bagi keluarga yang mengalami kerusakan rumah berat, terutama yang memiliki anggota kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil dan menyusui, serta keluarga dengan anak balita.

Secara keseluruhan, Islamic Relief Indonesia menyiapkan bantuan untuk 500 rumah tangga.

Setiap keluarga penerima bantuan terverifikasi mendapatkan satu terpal, dua selimut, satu paket bahan makanan, dan satu paket kebersihan keluarga.

Penyaluran bantuan menghadapi tantangan akses karena sejumlah wilayah terdampak berada di kawasan pegunungan. Beberapa jalur utama juga terdampak longsor.

Meski demikian, tim Islamic Relief Indonesia bersama pemerintah setempat dan Ayo Indonesia tetap melakukan asesmen serta verifikasi langsung untuk memastikan warga di wilayah sulit dijangkau tetap mendapatkan bantuan.

Dzikri Insan, yang memimpin respons darurat Islamic Relief Indonesia di NTT, mengatakan kondisi geografis dan akses yang sulit tidak boleh menjadi alasan warga terdampak luput dari bantuan.

"Kami akhirnya dapat mencapai beberapa wilayah yang cukup terisolasi karena akses utama terdampak longsor. Bagi kami, sulitnya akses tidak boleh menjadi alasan masyarakat terdampak tertinggal dari bantuan," kata Dzikri.

Menurutnya, distribusi dilakukan dengan memprioritaskan keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan memiliki anggota keluarga dengan kerentanan khusus.

"Kami bekerja bersama pemerintah setempat dan masyarakat untuk memastikan bantuan dapat menjangkau keluarga yang paling membutuhkan, terutama mereka yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan memiliki anggota keluarga dengan kerentanan khusus," ujarnya.

Dzikri juga menekankan pentingnya akuntabilitas dalam penyaluran bantuan. Masyarakat penerima dipastikan tidak dikenakan pungutan dalam bentuk apa pun.

"Kami ingin memastikan masyarakat memahami bahwa seluruh bantuan ini diberikan secara gratis. Tidak boleh ada pungutan, pemotongan, maupun pengurangan jumlah bantuan dalam bentuk apa pun," tegasnya.

Ia menambahkan, masyarakat juga berhak menyampaikan pertanyaan, saran, maupun pengaduan apabila menemukan hal yang tidak sesuai selama proses distribusi.

Baca Juga: Design & Object Hadir di IDD PIK2, Ajak Publik Kenali Desain dari Benda Sehari-hari