Iran tolak usulan gencatan senjata AS lewat PM Irak

July 2026 · 3 minute read

Washington (ANTARA) - Iran menolak usulan gencatan senjata oleh Amerika Serikat yang disampaikan Perdana Menteri (PM) Irak Ali al-Zaidi, menurut laporan The New York Times, sementara pertempuran antara kedua negara itu masih berlanjut selama hampir dua pekan.

Dengan mengutip pejabat Iran dan Irak yang mengetahui masalah tersebut, surat kabar itu melaporkan al-Zaidi menyampaikan usulan tersebut saat berkunjung ke Iran setelah bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih.

Rincian usulan tersebut belum diungkapkan. Namun, pejabat Iran menyebutnya sebagai satu-satunya proposal yang saat ini diajukan AS. Iran pun menolak usulan itu karena dinilai tidak menyelesaikan persoalan kendali atas Selat Hormuz.

Menurut media Iran, kunjungan al-Zaidi ke Teheran itu merupakan lawatan resmi pertamanya sejak menjabat sebagai perdana menteri Irak pada Mei lalu.

Baca juga: Kedubes AS: Iran mungkin serang infrastruktur energi Amerika di Irak

Selain bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, al-Zaidi juga bertemu Ketua Tim Negosiasi sekaligus Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Masih menurut laporan tersebut, para pejabat Iran sedang bersiap menghadapi kemungkinan terjadinya konflik lebih luas, jika Trump benar-benar melaksanakan ancamannya untuk menyerang Iran dan infrastruktur penting lainnya.

Dua pejabat Iran mengatakan kepada The New York Times, seperti dikutip Anadolu, bahwa serangan semacam itu akan mendorong Iran memperluas perang ke tingkat regional, termasuk dengan menargetkan Tel Aviv.

Iran pun akan meminta kelompok Houthi di Yaman untuk menutup Selat Bab al-Mandab.

Baca juga: PM Irak bertemu utusan AS, tekankan perlunya cegah eskalasi regional

Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan pasukan AS melancarkan serangan terhadap Iran hingga malam ke-13 secara berturut-turut pada Jumat dini hari.

Sebelumnya, Rabu (22/7), pihak berwenang Iran menyebutkan jumlah korban tewas akibat serangan AS yang masih berlangsung telah mencapai 53 orang, dengan 592 orang lainnya terluka.

Ketegangan di kawasan tersebut semakin memanas selama dua pekan terakhir setelah Trump mengumumkan pada 8 Juli bahwa gencatan senjata yang tercantum dalam MoU Islamabad antara AS dan Iran tidak lagi berlaku.

Baca juga: Iran serang pangkalan militer AS di Irak Utara

Sejak saat itu, AS dan Iran saling melancarkan serangan. AS menargetkan sejumlah lokasi di wilayah Iran, sementara Iran menyatakan telah menyerang fasilitas dan peralatan militer milik AS yang berada di beberapa negara di kawasan tersebut.

Konfrontasi itu mengganggu lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz, mengancam pasokan energi global, serta memicu penutupan wilayah udara secara berkala.

Selain itu, peringatan akan serangan terhadap fasilitas dan kepentingan AS di luar kawasan Timur Tengah juga semakin meningkat.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Irak peringatkan konsekuensi serius dari serangan AS terhadap Iran

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.