Iran Klaim Nyaris Gempur Tiga Lokasi di Ukraina

August 2026 ยท 2 minute read

Liputan6.com, Teheran - Iran mengaku sempat bersiap melancarkan serangan ke tiga lokasi di Ukraina sebelum akhirnya membatalkan operasi tersebut setelah menerima "permintaan maaf" dari Kyiv.

Pernyataan tersebut disampaikan penasihat militer senior Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Mohsen Rezaei, pada Senin.

Dikutip dari Anadolu, Selasa (4/8/2026), dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran, Rezaei mengatakan angkatan bersenjata Iran telah menyelesaikan seluruh persiapan untuk melancarkan serangan sebelum operasi tersebut akhirnya dibatalkan.

Rezaei juga memperingatkan bahwa Iran tidak akan mengizinkan jalur pelayaran di Selat Hormuz di luar rute yang telah ditetapkan oleh Teheran. Menurutnya, setiap kapal perang yang dianggap bermusuhan dan mencoba menggunakan "jalur ilegal" akan menjadi sasaran serangan.

Selain itu, Rezaei mengklaim Iran telah menimbulkan kerugian besar bagi pasukan Amerika Serikat selama konflik yang berlangsung selama 17 hari. Ia juga mengatakan serangan rudal dan drone Iran berhasil menggagalkan tujuan militer Washington.

Pernyataan tersebut muncul setelah Iran pada 25 Juli menuduh Ukraina menyerang sebuah kapal dagang Iran di Laut Kaspia. Serangan itu disebut menewaskan satu anggota awak kapal.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kemudian meminta Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha agar Kyiv memberikan kompensasi kepada Teheran atas kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan tersebut.

Ketegangan di Timur Tengah terus meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari. Serangan itu memicu aksi balasan dari Teheran yang menargetkan sejumlah negara di kawasan.

Amerika Serikat dan Iran sempat menyepakati gencatan senjata pada April, kemudian menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada Juni untuk mengakhiri konflik militer dan mencapai perjanjian damai yang bersifat permanen.

Namun, kesepakatan tersebut runtuh bulan lalu. Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan selama hampir dua pekan.