Iran Kembali Produksi Rudal Balistik, AS dan Israel Disebut Gagal Lumpuhkan Program Rudal Teheran

September 2026 ยท 2 minute read

AKURAT.CO Iran dilaporkan kembali memproduksi rudal balistik setelah menggunakan komponen yang sebelumnya disimpan di sejumlah fasilitas bawah tanah. Aktivitas tersebut menjadi indikasi bahwa program rudal Teheran belum sepenuhnya lumpuh meski Amerika Serikat (AS) dan Israel telah melancarkan serangkaian serangan terhadap fasilitas militer dan industri Iran.

The Wall Street Journal (WSJ), mengutip pejabat AS dan pejabat Timur Tengah yang mengetahui perkembangan tersebut, melaporkan pada 10 September waktu setempat bahwa Iran kini kembali merakit rudal balistik berbahan bakar cair maupun padat.

Aktivitas produksi terdeteksi di sejumlah fasilitas bawah tanah, termasuk kompleks rudal Khojir yang berada di tenggara Teheran. Iran juga disebut sedang membangun fasilitas perakitan bawah tanah baru untuk mengurangi risiko menjadi sasaran serangan udara berikutnya.

Perkembangan ini bertolak belakang dengan klaim sebelumnya dari AS dan Israel yang menyatakan serangan mereka pada tahap awal perang telah menghancurkan sebagian besar kemampuan produksi rudal Iran.

Iran Andalkan Komponen yang Disimpan Sebelum Perang

Iran menghadapi kesulitan mendapatkan komponen dan bahan baku untuk produksi rudal berbahan bakar padat. Kondisi tersebut terjadi setelah sejumlah fasilitas industrinya rusak akibat serangan dan AS memberlakukan blokade maritim di sejumlah wilayah, termasuk kawasan Selat Hormuz.

Karena keterbatasan pasokan, Iran diyakini memanfaatkan persediaan komponen yang telah disimpan sebelum perang. Komponen tersebut mencakup hulu ledak, badan rudal, sistem pemandu dan kendali, serta berbagai bagian lain yang dibutuhkan untuk merakit rudal.

Seorang pejabat AS bahkan menilai Iran berpotensi merakit ratusan hingga ribuan rudal, tergantung pada jumlah komponen yang masih tersedia dan kapasitas fasilitas bawah tanah yang masih beroperasi.

Jim Lamson, mantan analis CIA dan peneliti tamu di King's College London, mengatakan kemampuan produksi Iran sangat bergantung pada persediaan komponen dan jumlah fasilitas bawah tanah yang masih dapat digunakan.

"Jumlah rudal yang dapat diproduksi Iran bergantung pada ukuran persediaan komponen dan jumlah fasilitas bawah tanah yang masih beroperasi," kata Lamson.

AS Klaim Hancurkan 90 Persen Industri Rudal Iran

Sebelumnya, Departemen Pertahanan AS atau Pentagon mengklaim telah menghancurkan hingga 90 persen basis industri drone, rudal balistik dan angkatan laut Iran.

Juru bicara utama Pentagon Sean Parnell mengatakan pada Maret bahwa serangan AS telah menghancurkan sebanyak 90 persen basis industri tersebut dan secara signifikan melemahkan kemampuan Iran melancarkan serangan.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth kemudian mengatakan pada April bahwa program rudal Iran telah "secara fungsional hancur".