Indonesia tampilkan budaya Batak saat pembukaan Asian Games - ANTARA News Papua Tengah

September 2026 · 2 minute read

Nagoya, Jepang (ANTARA) - Jelang upacara pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 pada Sabtu 19 September, kontingen Indonesia dipastikan akan membawakan pakaian bertema etnik tradisional, yang akan ditampilkan dalam seremonial meriah tersebut.

Desainer Tanah Air, Ghea Panggabean, saat ditemui di Nagoya, Jepang, Sabtu, terpilih menjadi perancang busana kontingen Merah Putih untuk pembukaan tersebut.

Dia menyampaikan konsep apa yang akan dibawakannya.

"Berlatar belakang heritage, karena memang kita harus bangga dengan kekuatan dari budaya Indonesia. Jadi saya pilih Gorga dari Batak, dan juga Limar ," kata Ghea

Gorga merupakan ornamen hiasan artistik khas Suku Batak, yang biasa diaplikasikan dalam seni ukir atau  lukis rumah-rumah tradisional Batak. Corak hiasan tersebut, lazim dijumpai dengan perpaduan warna hitam dan merah.

Ghea menjelaskan pemilihan Gorga bukan dilandasi subyektivitas, atau karena dia juga keturunan Batak. Tapi, Gorga punya nilai filosofis yang senada dengan perjuangan para atlet.

"Gorga dari ukiran rumah Batak, melambangkan kekuatan dan juga perlindungan terhadap bahaya, dan juga punya keberuntungan. Semoga dengan memakai motif itu, ada simbolisasi harapan bisa meraih banyak kemenangan," papar Ghea.

Dia menegaskan pemilihan Gorga bukan hanya keputusannya, melainkan terdapat peran Didit Hediprasetyo, yang merupakan putra tunggal Presiden Prabowo Subianto.

Didit diketahui turut andil dalam merancang busana defile dan jersei pada ajang pesta olahraga terbesar se-Asia itu.

Ghea dan timnya butuh tiga bulan untuk merancang, mematangkan, hingga memutuskan konsep serta tema yang akan digunakan oleh Kontingen Indonesia dalam Asian Games.

"Ya tiga bulan prosesnya sampai bisa bikin baju itu dan aksesorisnya. Selain jersei para atlet, pada parade defile saya juga merancang baju-baju seperti kemeja gorga, kebaya gorga, hingga dasi gorga yang akan dipakai CdM dan lainnya," pungkas Ghea.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.