Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia (RI) Sugiono menyoroti keberhasilan ASEAN dalam mengeratkan kemitraan dan menjaga ketahanan kawasan Asia Tenggara di tengah dinamika global.
"Selama enam dasawarsa lebih, ASEAN mengelola perbedaan, menjaga komunikasi, dan terus mencari jalan bersama. Inilah kekuatan dari persatuan dan Sentralitas ASEAN,” kata Sugiono dalam pernyataan nasional Indonesia yang disampaikan di hadapan Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York, Sabtu waktu setempat.
Sebagaimana dipantau di Jakarta, Minggu, Sugiono mengatakan Asia Tenggara merupakan ekonomi terbesar kelima di dunia yang didukung oleh populasi usia produktif terbesar sedunia serta ekonomi digital yang berkembang pesat.
Dengan kondisi tersebut, ASEAN menjadi pemersatu bangsa-bangsa di Asia Tenggara meski dengan sejarah, sistem politik, tingkat pembangunan, dan kepentingan nasional yang berbeda-beda.
“Kami tak selamanya satu kata, tetapi kami telah membuat pilihan yang jelas, yaitu untuk selalu bersama. Kami juga memilih terus berdialog meski kesepakatan tak mudah dicapai,” ujar Menlu RI Sugiono.
Baca juga: Indonesia serukan solidaritas dunia wujudkan hak atas pembangunan
Menurut dia, keberhasilan menjaga prinsip Sentralitas ASEAN memungkinkan organisasi terlibat dengan semua mitra dan memberi ruang untuk menjaga dialog dan kerja sama di tengah kompetisi yang semakin meruncing.
Namun demikian, Sugiono menilai upaya membangun kawasan yang tangguh harus dibarengi dengan kemampuan organisasi terus beradaptasi dengan dinamika masa kini.
“ASEAN harus terus berevolusi supaya tetap sesuai dengan tujuannya dan bermanfaat bagi rakyat dan kawasan yang lebih luas lagi,” kata Menlu RI.
Dalam kesempatan yang sama, dia menyampaikan kontribusi konsisten Indonesia dalam mewujudkan ketahanan di kawasan Asia Tenggara berpancang dari keberhasilan Indonesia merealisasikan ketahanan nasional terlebih dahulu.
“Ketahanan nasional kami mendukung dan melengkapi kawasan yang stabil, damai, dan terprediksi,” tutur Sugiono.
Baca juga: Indonesia tekankan pentingnya ketahanan nasional di Majelis Umum PBB
Menlu RI mengatakan intisari dari ketahanan nasional terletak pada rakyat yang hidupnya terjamin di berbagai lini, sehingga Indonesia akan terus memperjuangkan ketahanan pangan dan memperkuat ketahanan energi.
Di samping menjaga kualitas hidup masyarakat, upaya Indonesia mewujudkan ketahanan nasional juga dilakukan dengan memupuk persatuan dalam perbedaan serta penghargaan terhadap prinsip-prinsip hak asasi manusia (HAM), kata dia.
Kehadiran Indonesia dalam Sidang Majelis Umum PBB pada 2026 diwakili Menlu Sugiono sebagai kepala delegasi Indonesia yang sudah hadir di New York sejak Senin (21/9). Sebelum menyampaikan pernyataan nasionalnya pada Sabtu, Sugiono telah berpartisipasi dalam berbagai pertemuan tingkat tinggi maupun pertemuan bilateral.
Baca juga: RI soroti peluang kemitraan kota cerdas eratkan ASEAN-Aliansi Pasifik
Baca juga: Menlu Sugiono perkuat diplomasi bilateral di sela Sidang Umum PBB
Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Martha Herlinawati Simanjuntak
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.