Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia dan Thailand sepakat memperkuat kerja sama di bidang ekonomi digital, termasuk memperluas pemanfaatan transaksi mata uang lokal dalam perdagangan dan investasi.
Presiden Prabowo Subianto dalam pernyataan bersama dengan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, mengatakan kedua negara juga memperkuat kemitraan strategis di bidang ekonomi, politik, dan keamanan.
"Di tengah transformasi ekonomi global, Indonesia dan Thailand juga berkomitmen memperkuat kerja sama di bidang ekonomi digital, termasuk pemanfaatan local currency transaction untuk efisiensi dalam perdagangan dan investasi," kata Prabowo.
Prabowo menjelaskan pemanfaatan transaksi mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT) akan meningkatkan efisiensi perdagangan dan investasi karena pelaku usaha maupun individu dapat bertransaksi menggunakan mata uang masing-masing tanpa konversi ke mata uang asing, seperti dolar AS.
Perluasan pemanfaatan LCT menjadi bagian dari upaya kedua negara untuk meningkatkan investasi, memperluas akses pasar, dan mempererat kemitraan antarpelaku usaha.
Indonesia dan Thailand juga menargetkan nilai perdagangan bilateral mencapai 20 miliar dolar AS pada 2030 melalui implementasi peta jalan kemitraan strategis kedua negara.
Pada kesempatan yang sama, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengatakan Indonesia dan Thailand sebagai dua pilar utama ASEAN perlu mempererat kerja sama bilateral, tidak hanya di bidang ekonomi, tetapi juga politik dan keamanan guna memperkuat perdamaian, stabilitas, dan kemajuan kawasan.
Menurut Anutin, kedua negara memiliki hubungan yang telah terjalin lama dan siap meningkatkan kemitraan yang saling menguntungkan.
"Sebagai dua negara yang merupakan pilar utama ASEAN, kita harus bekerja lebih erat untuk memperluas kerja sama bilateral dan mendorong kawasan kita maju," ujar Anutin.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Indonesia dan Thailand perkuat kerja sama ekonomi digital
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.