Hadapi era AI, Bupati Madina tekankan pentingnya karakter mahasiswa - ANTARA News Sumatera Utara

August 2026 · 3 minute read

Madina (ANTARA) - Bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution mengajak mahasiswa baru Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Madina memanfaatkan masa perkuliahan untuk membangun kapasitas diri, karakter, integritas, dan kemampuan berpikir kritis.

Hal itu disampaikan Saipullah saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di Kampus STAIN Madina, Senin (24/8).

Saipullah meminta mahasiswa baru memandang PBAK secara lebih luas dan tidak sekadar sebagai kegiatan seremonial untuk memasuki lingkungan kampus.

"Saya ingin mengajak kalian melihat dengan perspektif yang lebih besar. PBAK bukan sekadar pintu masuk menuju kampus. PBAK adalah pintu masuk menuju sebuah perjalanan kemandirian," kata Saipullah.

Menurut dia, kehidupan kampus bukan hanya menjadi tempat untuk menuntut ilmu, tetapi juga ruang untuk menguji pemikiran, menempa karakter, memperkuat idealisme, dan menentukan masa depan.

"Jangan datang ke kampus hanya untuk mengejar gelar, datanglah untuk membangun kapasitas diri Anda sendiri," ujarnya.

Ia juga mendorong mahasiswa baru mengembangkan kemampuan critical thinking atau berpikir kritis. Menurutnya, keberanian mengajukan pertanyaan menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan.

"Ilmu pengetahuan berkembang bukan hanya karena manusia menentukan jawaban. Ilmu berkembang karena ada manusia yang berani bertanya," katanya.

Selain berpikir kritis, Saipullah menilai integritas menjadi modal penting bagi mahasiswa. Namun, kata dia, integritas tidak cukup hanya diucapkan, melainkan harus diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

"Integritas itu setiap ucapan, setiap perbuatan, setiap tindakan yang kita lakukan harus konsisten. Yang paling sulit itu konsisten," ujarnya.

Saipullah kemudian mengingatkan mahasiswa agar memperkuat karakter di tengah pesatnya perkembangan teknologi, terutama kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Menurutnya, AI mampu membantu manusia menyelesaikan pekerjaan dengan cepat, tetapi manusia memiliki keunggulan yang tidak dimiliki mesin, yakni nurani, nilai, dan tanggung jawab.

"Kalau mesin semakin pintar, manusia harus apa untuk terus unggul dari mesin? Jawabannya karakter. Mesin dapat menghitung, tetapi manusia memiliki nurani. Mesin dapat menghasilkan informasi, tetapi manusia memiliki nilai. Mesin dapat bekerja secara cepat, tetapi manusia memiliki tanggung jawab," katanya.

Sementara itu, Ketua STAIN Madina Dr. Mara Samin Lubis mengatakan pihaknya akan membuka ruang kreativitas bagi mahasiswa melalui pembentukan kelompok-kelompok studi.

Ia menargetkan setiap program studi memiliki sedikitnya empat perkumpulan baru sebagai wadah mahasiswa berdiskusi dan mengembangkan gagasan.

Dengan keberadaan kelompok studi tersebut, Mara Samin berharap lahir mahasiswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis dan mampu bersaing setelah menyelesaikan pendidikan.

"Ke depan, setiap prodi kami haruskan satu kelompok study club mengadakan diskusi. Berbagai topik yang mereka angkat nanti untuk dibincangkan," katanya.

Mara Samin mengatakan gagasan pembentukan kelompok studi tersebut juga berangkat dari pengalamannya ketika menjadi mahasiswa. Sebagai mahasiswa yang berasal dari kampung, dia mengaku sempat mengalami kesulitan mengaktualisasikan diri pada awal masa perkuliahan.

Karena itu, mahasiswa didorong aktif berdiskusi agar terbiasa menyampaikan gagasan dan berargumentasi.

"Jika keluar dari sini, alumni STAIN ini di luar nanti sudah bisa bersaing, bahkan diharapkan lebih unggul dari yang lain. Sebab, mereka sudah biasa berdebat di dalam kampus, mereka sudah terbiasa menghadirkan ide-ide," ujarnya.

Pewarta: Holik
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.