Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:09 WIB
Jakarta, VIVA – KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam melakukan silaturahmi dengan keluarga besar dan kerabat Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, di PP Lirboyo dan PP Al-Falah, Ploso Kediri.
Baca Juga
Dari kunjungan tersebut, Gus Salam mendapatkan restu untuk maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Gus Salam sowan ke sesepuh pengasuh PP Lirboyo Kediri, KH Anwar Manshur. Secara nasab, Gus Salam adalah cicit pendiri PP Lirboyo, Mbah KH Abdul Karim dari jalur ibu. Bahkan, kakaknya, KH Oing Abdul Muid Shohib menjadi salah satu pengasuh di PP Lirboyo.
Baca Juga
Kedatangan Gus Salam disambut hangat KH Anwar Manshur yang juga Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur, sekaligus Mustasyar PBNU. Ia memohon ijin, doa dan restu agar ikhtiar memimpin PBNU diridhoi dan berharap dalam arahan masyayikh NU-Pesantren.
Selanjutnya, Gus Salam beserta keluarga Denanyar, bertolak ke PP Al-Falah Ploso, Kediri. Di sana ia bersilaturahim dengan sesepuh PP Al-Falah sekaligus gurunya, Mbah KH Nurul Huda Djazuli atau Mbah Yai Da’.
Baca Juga
“Maksud dan tujuan saya sama. Mohon ijin, nasehat, restu, dan do’a para masyayikh untuk berikhtiar menjadi Ketua Umum PBNU periode 2026-2031,” ujar Gus Salam dalam keterangannya, Rabu, 19 Agustus 2026.
Bagi Gus Salam, meminta restu ke keluarga Bani Bishri, Lirboyo, dan Al-Falah Ploso adalah bagian dari adab. Ketiga pesantren ini merupakan poros penting dalam sejarah NU. Termasuk sowan kepada ulama-kiai di berbagai daerah sebelum bersilaturahmi dengan PWNU-PCNU se-Indonesia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“NU ini besar karena barokahnya para kiai. Fakta konstitusi bahwa NU didirikan oleh Ulama pondok pesantren. Tanpa restu dan doa mereka, kita bukan apa-apa. Ini ikhtiar saya agar kepemimpinan PBNU ke depan tetap berakar pada tradisi Aswaja dan pesantren,” tegasnya.
Pelaksanaan muktamar ke-35 NU dijadwalkan 27-31 Agustus 2026. Hingga saat ini, PWNU, PCNU dan PCI NU belum ditetapkan dan mendapat undangan resmi untuk hadir sebagai peserta utusan. Namun demikian bagi Gus Salam, dengan mengantongi restu dari Denanyar, Lirboyo, dan Ploso, langkah Gus Salam menuju kursi Ketua Umum PBNU semakin kokoh.
Langkah PBNU Terima Konsesi Tambang Dinilai Kontradiktif dengan Jargon 'Merawat Jagad'
Langkah PBNU yang menerima konsesi tambang terus menuai sorotan tajam. Langkah itu dinilai tidak selaras dengan jargon “Merawat Jagad, Membangun Peradaban"
VIVA.co.id
15 Agustus 2026