Gus Kikin Ajak Tetap Rukun Meski Pilihan Berbeda di Muktamar NU

August 2026 ยท 2 minute read

AKURAT.CO Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, mengajak seluruh pihak menjaga persatuan dan kerukunan di tengah dinamika Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

Gus Kikin menyampaikan hal tersebut saat ditemui awak media di Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026) malam.

Menurut Gus Kikin, perbedaan pandangan maupun pilihan dalam proses pengambilan keputusan di lingkungan NU merupakan sesuatu yang wajar. Namun, perbedaan tersebut tidak semestinya berujung pada perpecahan di antara warga NU.

Baca Juga: Siapa Pengusul Awal Pemilihan Ketum PBNU Lewat AHWA?

"Apapun perbedaan, kita harus tetap rukun. Jangan ada perbedaan terus kemudian nggak rukun. Jadi NU itu tempat untuk kita membangun kebersamaan, membangun ukhuwah," ujar Gus Kikin.

Gus Kikin juga menyinggung perubahan mekanisme pemilihan pimpinan PBNU yang menjadi salah satu pembahasan dalam Muktamar ke-35. Menurut dia, perubahan mekanisme merupakan bagian dari upaya menyesuaikan tata kelola organisasi dengan perkembangan zaman.

Ia berharap mekanisme yang diterapkan dapat membuat proses pemilihan berlangsung secara murni, bersih, dan terbebas dari intervensi.

Dinamika pembahasan mekanisme pemilihan tersebut berlangsung cukup alot hingga proses pengumpulan suara peserta muktamar. Meski demikian, Gus Kikin menilai proses tersebut tetap harus ditempatkan sebagai bagian dari dinamika organisasi.

Ia menekankan bahwa Muktamar NU tidak semata-mata berkaitan dengan perebutan posisi kepemimpinan. Forum lima tahunan tersebut juga menjadi momentum memperkuat silaturahmi dan kebersamaan warga NU.

Terkait anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), Gus Kikin berharap para muktamirin memilih tokoh yang memiliki kapasitas keilmuan dan keteladanan.

"Harapannya yang terbaik. Yang alim, yang saleh, yang terbaiklah. Tapi bagaimanapun juga tergantung dari muktamirin. Harapan kita selalu yang terbaik supaya bisa mendapatkan keputusan dan hasil terbaik dari Muktamar ini," katanya.

Baca Juga: 5 Caketum PBNU Dukung Pemilihan Ketum Lewat AHWA

Gus Kikin juga mengingatkan seluruh pihak untuk tetap saling merangkul setelah proses pemilihan selesai. Menurut dia, siapa pun yang nantinya terpilih harus mampu mengakomodasi berbagai kelompok dan kepentingan di lingkungan NU.

"Ya siapapun yang menang harus tetap rukun," ujarnya.

Ia menambahkan, persatuan menjadi modal penting bagi NU dalam menjalankan kontribusinya terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah dinilai perlu terus diperkuat setelah Muktamar ke-35 berakhir.