Gus Ipul Tegaskan Mekanisme Pengusulan AHWA Sudah Diatur AD/ART NU

August 2026 · 2 minute read

“Mengenai usulan AHWA sudah tertera cukup jelas di dalam AD/ART dan Peraturan Perkumpulan,” kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Senin (24/8/2026).

Setiap PCNU dan PWNU Usulkan 9 Nama

Gus Ipul menjelaskan, setiap Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) yang menjadi peserta muktamar mengusulkan sembilan nama AHWA.

Pengusulan dilakukan saat registrasi peserta muktamar.

Sembilan nama tersebut harus merupakan hasil Rapat Harian Syuriyah pada masing-masing tingkatan kepengurusan.

“Setiap PC dan PW yang merupakan peserta muktamar mengusulkan sembilan AHWA pada saat registrasi sebagai hasil dari Rapat Harian Syuriyah di tingkatan masing-masing. Ini aturan organisasi,” ujar Gus Ipul.

Baca Juga: Cegah Manipulasi, Peserta Muktamar NU Gunakan Kartu Cip untuk Akses Arena

Gus Ipul Minta Peserta Tak Terpengaruh Spekulasi

Menurut Gus Ipul, mekanisme pengusulan AHWA telah memiliki dasar aturan yang jelas. Karena itu, ia meminta peserta tidak mengembangkan opini yang dapat menimbulkan kesalahpahaman.

“Tidak perlu kita beropini atau mengembangkan hal-hal yang membuat bias dan membuat banyak pihak salah paham,” katanya.

Ia mengatakan, apabila terdapat aspirasi untuk mengubah ketentuan mengenai mekanisme tersebut, pembahasannya dapat dilakukan melalui forum resmi Muktamar Ke-35 NU.

“Kalau nanti ingin mengubah aturan-aturan itu, bisa dilakukan pada saat muktamar,” ujarnya.

Namun, untuk pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU, Gus Ipul menegaskan bahwa AD/ART dan Peraturan Perkumpulan yang telah berlaku menjadi pedoman.

Peserta Diminta Kritis Menyikapi Informasi

Gus Ipul juga mengingatkan peserta agar tidak mudah terpengaruh isu yang menggambarkan kondisi menjelang muktamar seolah-olah genting atau tidak kondusif.

Ia meminta seluruh peserta mengikuti prosedur dan aturan organisasi yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Rais Aam PBNU Ajak Ribuan Nahdliyin Perbanyak Istigfar Jelang Muktamar NU ke-35

“Saya mengajak seluruh peserta muktamar untuk tidak mudah terpengaruh oleh pendapat-pendapat yang mungkin tidak sesuai dengan ketentuan di lingkungan jam'iyah Nahdlatul Ulama, atau memang sengaja dibentuk menjadi opini-opini yang menyesatkan,” tegasnya.

Muktamar Ke-35 NU dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.