Padang (ANTARA) - Guru besar Prof Dr Ir Maria Endo Mahata, MS, tampil sebagai pemakalah dalam International Conference on ICOEE yang berlangsung di Bali pada tanggal 30-31 Juli, 2026.
Forum ilmiah tersebut dihadiri oleh 19 negara, 49 universitas berbeda, dan 243 pemakalah. Kehadiran Prof. Maria menegaskan kontribusi Indonesia dalam pengembangan riset pakan aditif berbasis bahan alam untuk mendukung kesehatan dan performa unggas.
Dalam presentasinya yang berjudul Composite Anthocyanin from Flowers as Natural Feed Additive for Supporting Poultry Health and Performance, Prof. Maria memaparkan inovasi pemanfaatan senyawa bioaktif antosianin dari bunga sebagai kandidat feed additive alami. Riset ini merupakan kolaborasi antara Fakultas Peternakan Universitas Andalas dan Faculty of Life and Environmental Science, Shimane University, Jepang.
Penelitian tersebut mengembangkan komposit antosianin yang diekstrak dari tiga jenis bunga, yakni bunga Telang (Clitoria ternatea), bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa), daun bunga Miana (Coleus scutellarioides L. Benth) . Ketiga sumber antosianin ini diformulasikan menjadi campuran komposit menggunakan metode D-optimal mixture design melalui perangkat lunak Design Expert 13, sehingga diperoleh formulasi yang lebih terarah dan terukur secara ilmiah.
Menurut Prof Maria, pendekatan ini tidak hanya bertujuan menghasilkan formulasi antosianin yang stabil dan efisien, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan bahan alami sebagai pakan tambahan yang lebih aman dan berkelanjutan.
Antosianin dikenal memiliki aktivitas hipokolesterolemik dan antioksidan yang potensial dalam mendukung fungsi fisiologis ternak. Secara ilmiah, inovasi ini diarahkan untuk membantu menurunkan kolesterol pada produk unggas, terutama pada bagian daging paha dan sayap ayam broiler yang umumnya memiliki kadar kolesterol lebih tinggi dibanding ayam lokal. Selain itu, komposit antosianin ini juga ditujukan untuk menekan kadar kolesterol pada kuning telur, khususnya telur puyuh yang diketahui memiliki kadar kolesterol lebih tinggi dibandingkan telur unggas lainnya.
Selain itu, senyawa Antosianin juga dapat berperan sebagai anti oksidan yang dapat mengurangi stress oksidatif pada ternak unggas,dan akan mendukung performanya yang optimal. Dengan demikian, riset ini tidak hanya relevan bagi pengembangan ilmu nutrisi ternak, tetapi juga memiliki nilai aplikatif bagi industri peternakan dan keamanan pangan fungsional. Pemanfaatan pigmen alami dari bunga dapat menjadi strategi inovatif untuk menghasilkan produk unggas yang lebih sehat dan bernilai tambah.
Kolaborasi lintas negara antara Universitas Andalas dan Shimane University menunjukkan pentingnya sinergi riset internasional dalam menghadirkan solusi berbasis sains untuk tantangan peternakan modern. Melalui kerja sama ini, pengembangan feed additive alami diharapkan dapat terus diperkuat, baik dari sisi formulasi, uji biologis, maupun aplikasi pada sistem produksi unggas.
Partisipasi Prof. Maria dalam ICOEE Bali menjadi bukti bahwa riset Indonesia semakin diperhitungkan dalam forum ilmiah internasional, khususnya pada bidang biokimia nutrisi dan peternakan. Inovasi komposit antosianin dari bunga pun berpeluang menjadi salah satu terobosan penting dalam pengembangan pakan fungsional berbasis sumber daya hayati tropis.
Gagasan mengenai pemanfaatan antosianin sebagai senyawa bioaktif didukung oleh sejumlah studi yang menunjukkan keberadaan antosianin pada bunga Telang (Clitoria ternatea), bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa), daun bunga Miana (Coleus scutellarioides L. Benth),dan berbagai tanaman hias lain, serta potensinya sebagai pewarna alami dan komponen fungsional dalam bidang pangan dan pakan.
Kerjasama Internasional melalui peluang kolaborasi riset dan publikasi bersama juga dirintis oleh Prof. Maria pada International Conference ICOEE. Prof. Maria telah menyepakati kolaborasi dengan Israa Abduwahab Al-Baldawi PhD, seorang peneliti dan dosen di University of Baghdad dalam suatu statement letter yang telah disepakati bersama.
This activity is funded by the Indonesian Endowment Fund for Education (LPDP) on behalf of the Indonesia Ministry of Higher Education, Science and Technology, and is managed under the Equity Program (contract no 4304/B3/DT/03.08/3005)