Koba, Babel, (ANTARA) - Bupati Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Algafry Rahman mengajak seluruh elemen masyarakat membangun kolaborasi untuk mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
"Tidak ada pembangunan yang berhasil apabila hanya dikerjakan oleh satu kelompok saja, pembangunan membutuhkan kolaborasi dari seluruh komponen,"kata Algafry saat Sidang Paripurna Istimewa DPRD dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-172 Kota Koba di Koba, Bangka Tengah, Senin.
Ia menjelaskan pembangunan membutuhkan peran pemerintah sebagai pembuat kebijakan, dunia usaha sebagai penggerak ekonomi, akademisi sebagai sumber gagasan, media sebagai penyampai informasi, serta masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan.
Ia mengatakan seluruh elemen daerah harus berjalan searah, saling mendukung, dan saling menguatkan untuk menghadapi berbagai tantangan, mulai dari digitalisasi, transformasi ekonomi, persaingan investasi, hingga penguatan ketahanan pangan dan energi.
Menurut dia, kekuatan Bangka Tengah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia, budaya gotong royong, dan semangat persaudaraan masyarakat.
"Marilah kita wariskan kepada generasi mendatang bukan hanya pembangunan yang megah, tetapi juga sejarah yang membanggakan, budaya yang lestari, lingkungan yang terjaga, dan masyarakat yang tetap menjunjung tinggi persatuan," ujarnya.
Ketua DPRD Bangka Tengah Batianus mengatakan peringatan HUT ke-172 Kota Koba memiliki dasar historis yang merujuk pada Staatsblad van Nederlandsch-Indië Nomor 59 Tahun 1854 yang diterbitkan pada 5 Agustus 1854.
"Dokumen tersebut mencatat Koba sebagai distrik di Pulau Bangka dan menjadi tonggak awal keberadaan Koba dalam sistem pemerintahan yang terorganisasi," kata Batianus.
Batianus mengatakan Kota Koba telah berkembang menjadi kawasan permukiman jauh sebelum 1854 dan penetapan hari jadi tersebut juga telah melalui kajian akademis.
"Sudah berdasarkan kajian akademis dan penelusuran sejarah bersama tokoh masyarakat, tokoh adat, serta berbagai unsur terkait untuk memastikan landasan historis yang kuat," ujarnya.
Pewarta: Ahmadi
Editor : Feny Aprianti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.