Gubernur mendorong strategi pemulihan ekonomi pascagempa NTT
Jumat, 4 September 2026 19:37 WIB
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena. ANTARA/Ho-Humas Pemprov NTT
Kupang (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena mendorong strategi pemulihan ekonomi selama masa tanggap darurat hingga pascagempa bumi Magnitudo 7,7 yang melanda Pulau Flores pada 15 Agustus 2026.
“Gempa Flores tidak hanya meninggalkan duka mendalam dan kerusakan infrastruktur, tetapi juga memberikan guncangan nyata pada stabilitas ekonomi kita. Daratan Flores sendiri adalah salah satu roda penggerak utama perekonomian NTT,” kata Gubernur Melki di Kupang, Jumat.
Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Perekonomian Daerah ke-VII yang dirangkaikan dengan FGD Strategi Pemulihan Ekonomi Pascagempa Flores di Kupang.
Menurut dia, terputusnya jalur logistik, kerusakan lahan pertanian, dan terganggunya aktivitas pasar, berdampak langsung terhadap rantai pasok perekonomian di seluruh wilayah NTT.
Melki mengatakan terdapat dua tantangan utama yang perlu diantisipasi, yakni potensi peningkatan inflasi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi daerah akibat dampak bencana.
Dia menjelaskan inflasi NTT pada Agustus 2026 tercatat 2,59 persen secara tahunan (yoy), meningkat dari 2,43 persen pada Juli 2026, namun masih berada dalam sasaran 2,5±1 persen.
Karena itu dia berharap setiap pihak terkait menjaga kelancaran distribusi barang dan memastikan ketersediaan komoditas pangan agar gangguan pasokan tidak memicu kelangkaan, kenaikan harga, dan penurunan daya beli masyarakat.
Di sisi lain, ekonomi NTT pada triwulan II 2026 tumbuh 5,01 persen (yoy), dengan sektor penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh tertinggi sebesar 18,38 persen. Sementara sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, masih menjadi penopang utama dengan kontribusi 29,40 persen.
Pertumbuhan ekonomi NTT sepanjang 2026 diproyeksikan berada pada kisaran 4,94 hingga 5,54 persen. Namun gempa Flores berpotensi menekan sejumlah sektor produktif yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
“Apabila proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai harapan, target pertumbuhan ekonomi NTT pada kisaran 4,9 hingga 5,1 persen masih dapat dijaga," ujar Melki Laka Lena.
Namun seluruh pihak, menurut dia, harus bekerja bersama agar perlambatan sektor-sektor produktif akibat bencana tidak semakin menekan target pertumbuhan ekonomi daerah.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gubernur pacu pemulihan ekonomi selama tanggap darurat pascagempa NTT
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.