Gubernur Lampung sebut BUMDes jadi penggerak hilirisasi di desa

September 2026 · 2 minute read

Gubernur Lampung sebut BUMDes jadi penggerak hilirisasi di desa

Selasa, 22 September 2026 13:00 WIB

Image Print

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memberikan arahan terkait pengembangan BUMDes. ANTARA/HO-Pemprov Lampung.

Persoalan saat ini bukan terkait potensi desa

Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan bahwa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di wilayahnya diarahkan sebagai penggerak hilirisasi komoditas di desa.

"Tantangan pembangunan ekonomi desa bukan terletak pada keterbatasan potensi, melainkan belum optimalnya pengolahan sumber daya menjadi produk bernilai tambah," ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, Selasa.

Ia mengatakan masih banyak komoditas pertanian yang dijual dalam bentuk bahan mentah. Dan kondisi tersebut menyebabkan nilai ekonomi dari hasil produksi desa belum sepenuhnya dapat dinikmati masyarakat setempat.

"Persoalan saat ini bukan terkait potensi desa. Persoalannya adalah potensi kita yang belum sepenuhnya memiliki nilai tambah," ucap dia.

Dia melanjutkan oleh karena itu perlu dilakukan upaya mempercepat hilirisasi agar komoditas desa tidak terus keluar dalam bentuk bahan mentah.

"Kami tidak mau lagi kekayaan yang ada di desa hanya keluar dalam bentuk mentah," kata dia.

Menurut dia, hal itu dapat dilakukan melalui Program Desaku Maju. Dimana Pemerintah Provinsi Lampung berupaya membangun ekosistem ekonomi desa yang terintegrasi.

Dan program tersebut diarahkan untuk memperkuat rantai usaha dari hulu hingga hilir, sehingga hasil produksi masyarakat dapat diolah dan dipasarkan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi, dengan berkolaborasi bersama BUMDes.

"Selain itu BUMDes juga harus memiliki kapasitas manajerial yang memadai untuk mengelola peluang usaha dan mengembangkan rantai nilai komoditas lokal," tambahnya.

Ia melanjutkan upaya penguatan kualitas sumber daya manusia pengelola BUMDes menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Program Desaku Maju. Sebab manajer BUMDes dituntut mampu mengembangkan usaha, membangun kemitraan, dan memastikan kegiatan ekonomi bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.

"BUMDes harus menjadi penghubung antara petani dengan pasar, antara pelaku usaha dengan perbankan, antara desa dengan investor, dan antara produksi dengan industri," ujarnya.

Ia menargetkan desa di Lampung dapat menjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi di Lampung. Dan berharap BUMDes dapat menjadi institusi ekonomi yang profesional dan mampu mengoptimalkan potensi lokal melalui pengelolaan usaha yang berkelanjutan.

"Kami percaya, kalau desa bergerak, ekonomi akan tumbuh. Kalau ekonomi tumbuh, kesejahteraan meningkat," tambahnya.

Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.