Gubernur Jateng: Pengisian jabatan lewat manajemen talenta
Senin, 21 September 2026 23:05 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat melantik pejabat di lingkup pemerintah provinsi di Semarang, Jawa Tengah, Senin (21/9/2026). ANTARA/HO-Pemprov Jateng
Semarang, Jawa Tengah (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi menegaskan pengisian jabatan di lingkup pemerintah provinsi tersebut dilakukan melalui mekanisme manajemen talenta berdasarkan kompetensi dan profesionalisme.
"Tidak ada di wilayah Provinsi Jawa Tengah yang dalam pengisian jabatan itu melalui jasa titip-titip. Semuanya harus sesuai dengan manajemen talenta," katanya di Semarang, Jateng, Senin.
Hal tersebut disampaikannya saat melantik dan mengambil sumpah/janji 22 pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, dan fungsional di lingkungan Pemprov Jateng.
Ia menjelaskan pelantikan itu, di antaranya dilakukan untuk mengisi sejumlah jabatan yang kosong karena pejabat sebelumnya telah pensiun maupun tidak lagi menduduki posisi tersebut.
Proses pengisiannya, kata dia, telah menggunakan mekanisme manajemen talenta, dengan tahapannya meliputi asesmen, verifikasi hingga uji kompetensi.
Menurut dia, proses-proses itu dilakukan secara transparan sehingga tidak ada ruang untuk praktik penitipan jabatan.
Bahkan, proses pelantikan tersebut juga telah mendapatkan persetujuan dan rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui mekanisme manajemen talenta sesuai ketentuan yang berlaku.
Saat ini, ia mengatakan masih terdapat sejumlah jabatan lain yang belum terisi dan proses pengisiannya akan dilanjutkan melalui tahapan di Pemprov Jateng sebelum diajukan ke pemerintah pusat.
Pada kesempatan itu, ia berpesan bahwa setiap aparatur sipil negara (ASN) terikat norma, etika, dan hukum.
Karena itu, kata dia, setiap jabatan harus dipandang sebagai amanah yang dibuktikan melalui profesionalisme dan kinerja.
"Apa pun jabatannya itu amanah. Kalau itu tidak amanah, maka tidak akan berkah baik diri sendiri maupun keluarga," katanya.
Selain menekankan profesionalisme, Luthfi meminta pejabat yang dilantik mempertahankan kolaborasi antarorganisasi perangkat daerah.
"ASN ibarat suatu gerbong pemerintah. Gerbong pemerintah ini menuju pada suatu tujuan yang telah direncanakan. Tahap demi tahap pembangunan terus berjalan dan berlanjut," katanya.
Sebanyak enam pejabat pimpinan tinggi pratama dilantik dalam kesempatan tersebut, yakni Uswatun Hasanah sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
Endro Hudiyono sebagai Inspektur Provinsi Jateng, Ary Widiyantoro sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Andi Suryanto sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Jateng.
Kemudian, Linda Widiastuti Ariningrum sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Joko Mulyono sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang/Jasa.
Selain itu, turut dilantik empat pejabat administrator, dua pejabat pengawas serta 10 pejabat fungsional.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.