Groundbreaking Pabrik Alat Berat Elektrik Pertama di Indonesia, KDM Harap Akselerasi Perputaran Roda Ekonomi

July 2026 · 2 minute read

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:43 WIB

Karawang, VIVA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri prosesi peletakan batu pertama (Groundbreaking) pembangunan pabrik alat berat LiuGong Machinery Manufacturing Indonesia (LMMI) di Kawasan Industri Karawang Artha Industrial Hill (KAIH), Kabupaten Karawang, Selasa (22/7/2026).

Baca Juga

Pabrik ini merupakan fasilitas manufaktur pertama di Indonesia yang secara khusus memproduksi alat berat bertenaga listrik (_electric heavy equipment_).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam sambutannya, KDM -sapaan akrab Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa ketersediaan alat berat merupakan kebutuhan mendasar dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur di Jawa Barat, mulai dari akses jalan, gedung, saluran air, hingga fasilitas publik lainnya.

Baca Juga

"Alat berat adalah kebutuhan mendasar dalam pembangunan infrastruktur. Jika diproduksi di dalam negeri, biayanya akan jauh lebih kompetitif dibandingkan dengan produk impor. Kami berharap regulasi dapat mendukung agar industri dapat mendistribusikan langsung kepada konsumen tanpa perantara yang panjang, sehingga harganya lebih terjangkau," ujar Dedi Mulyadi dikutip, Kamis, 23 Juli 2026.

Menurut KDM, efisiensi harga pengadaan alat berat akan berdampak langsung pada penekanan biaya produksi infrastruktur. Hal tersebut pada gilirannya akan mengefisienkan pengelolaan tata keuangan negara, perusahaan, serta sektor-sektor produksi lainnya.

Baca Juga

Kehadiran industri ini juga diproyeksikan memberikan efek berganda jangka panjang bagi perekonomian Jawa Barat. Selain berpotensi meningkatkan pendapatan daerah, penyerapan tenaga kerja dari sektor ini diharapkan mampu menjadi pendorong naiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat.

"Peningkatan IPM akan berimplikasi langsung pada kesejahteraan warga yang bermuara pada perputaran roda ekonomi, karena masyarakat memiliki kepastian pendapatan. Namun dengan satu catatan penting, masyarakat juga harus dididik untuk memiliki jiwa kewirausahaan (entrepreneurship), sehingga mereka tidak hanya terserap sebagai karyawan, tetapi juga berkembang menjadi pengusaha," tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut, Pemda Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk memberikan jaminan keamanan, kepastian kelancaran investasi, serta kesiapan infrastruktur pendukung bagi para penanam modal, guna menjaga predikat Jawa Barat sebagai daerah yang ramah investasi.

Secara khusus, KDM juga menginstruksikan jajaran Pemdaprov Jabar untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal yang kompeten agar dapat terserap secara optimal oleh ekosistem industri yang baru dibangun ini.

Halaman Selanjutnya

"Kami meminta seluruh jajaran Pemprov Jabar untuk segera mengidentifikasi siswa SMA atau SMK kelas 12, guna diberikan program pelatihan vokasi intensif selama enam hingga dua belas bulan. Tujuannya agar saat lulus nanti, mereka telah menjadi tenaga kerja terampil yang siap pakai," tuturnya.