Gerakan nasional verifikasi arah kiblat diikuti di 725 ribu lokasi

July 2026 · 2 minute read

Gerakan nasional verifikasi arah kiblat diikuti di 725 ribu lokasi

Jumat, 17 Juli 2026 10:53 WIB

Image Print

Petugas Kementerian Agama mengamati bayangan Matahari saat fenomena Rashdul Kiblat di halaman Kantor Kementerian Agama Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (15/7/2026). (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/kye)

Asep Firmansyah (ANTARA) - Kementerian Agama melaporkan gerakan nasional verifikasi arah kiblat seiring dengan adanya fenomena Rashdul Qiblat pada 15 dan 16 Juli 2026 diikuti di 725.669 titik lokasi di berbagai daerah.

“Kami mencatat ada 725.669 titik lokasi yang didaftarkan ikut dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026,” ujar Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Arsad Hidayat di Jakarta, Jumat.

Arsad mengatakan sebaran titik lokasi verifikasi arah kiblat ini terdiri atas 67.867 masjid, 576.309 rumah, 49.680 mushalla, 233 restoran, 114 hotel, dan 31.466 lokasi lainnya.

Fenomena matahari tepat di atas Kabah merupakan peristiwa astronomi yang terjadi dua kali setiap tahun. Pada saat itu, sinar matahari berada tepat di titik zenit Kabah.

Dengan demikian, bayangan benda yang berdiri tegak lurus di permukaan bumi dapat dijadikan acuan untuk menentukan arah kiblat dengan tingkat akurasi yang tinggi. Metode ilmiah ini untuk memverifikasi arah kiblat.

Tahun ini, fenomena tersebut dapat diamati pada 15 dan 16 Juli 2026, tepat pukul 16.27 WIB dan 17.27 WITA. Masyarakat cukup menyiapkan tongkat atau benda yang dipasang tegak lurus di tempat terbuka, kemudian mengamati arah bayangan yang terbentuk.

Garis yang ditarik dari ujung bayangan menuju pangkal tongkat menunjukkan arah Kabah dan dapat dijadikan acuan untuk mengecek ketepatan arah kiblat.

“Alhamdulillah Gerakan Nasional Rashdul Kiblat ini disambut antusias dengan keikutsertaan ratusan ribu pendaftar yang ingin mempraktikkan langsung metode ini,” katanya.

Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026, tidak hanya bertujuan memverifikasi arah kiblat, tetapi juga meningkatkan literasi masyarakat mengenai ilmu falak sebagai salah satu instrumen penting dalam pelayanan keagamaan.

Gerakan tersebut juga diharapkan menjadi momentum edukasi publik tentang pentingnya ilmu falak sekaligus memperkuat akurasi arah kiblat di berbagai tempat ibadah dan fasilitas umum.