ESDM Kaji Usulan Bangun Tangki BBM di Sulsel, Kapasitas 30.000 KL

July 2026 ยท 2 minute read

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mengkaji usulan pembangunan fasilitas penyimpanan (storage tank) bahan bakar minyak (BBM) berkapasitas hingga 30.000 kiloliter (kl) di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Tangki tersebut diproyeksi bisa menambah kapasitas penyimpanan BBM serta memperkuat ketahanan energi nasional.

Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM Migas Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam menjelaskan bahwa pemerintah menyambut baik inisiatif daerah dalam menyediakan infrastruktur penyangga energi. usulan tersebut diungkapkan dalam sebuah audiensi.

"Usulan dari Pak Bupati ini bisa menjadi salah satu titik alternatif yang sangat strategis untuk mengembangkan storage BBM di Indonesia, khususnya untuk memperkuat pasokan dan ketahanan energi di kawasan Timur Indonesia," jelasnya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (13/7/2026).

Rencana pembangunan itu diproyeksikan memiliki kapasitas tahap awal antara 10.000 kl hingga 30.000 kl dalam menjamin ketersediaan BBM jenis Solar, Pertalite, hingga Pertamax.

Sejatinya, kebutuhan harian daerah tersebut mencapai 70 hingga 90 kl per hari, namun kapasitas penyimpanan yang besar masih dibutuhkan untuk menjaga stok tetap aman saat pengiriman terhambat.

"Hasil pembahasan dari audiensi ini akan dilaporkan secara langsung kepada Direktur Jenderal Migas dan Menteri ESDM sebagai bahan evaluasi serta pertimbangan dalam perencanaan infrastruktur penyimpanan energi ke depan," imbuh Rizwi.

Di lain sisi, Bupati Kepulauan Selayar Muhammad Natsir Ali memaparkan bahwa selama ini wilayahnya sangat bergantung pada pasokan dari Makassar yang berjarak tempuh hingga 10 jam pelayaran. Ia menawarkan wilayahnya untuk menjadi pusat logistik energi nasional karena lokasinya yang strategis berada di jalur pelayaran internasional.

Dengan begitu, untuk mendukung realisasi proyek tersebut, pemerintah kabupaten telah mengalokasikan lahan seluas 2.000 hingga 3.000 hektare yang sudah disahkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Infrastruktur itu nantinya akan dirancang secara terintegrasi mencakup tangki timbun, dermaga kapal tanker (jetty), sistem pipa distribusi, hingga fasilitas bongkar muat.

"Tantangan yang kami hadapi selama ini, setiap musim barat yang berlangsung sekitar empat hingga lima bulan, distribusi BBM menuju Kepulauan Selayar sering terganggu akibat cuaca buruk. Karena itu, kami mengusulkan pembangunan storage tank agar pasokan di daerah kami aman, sekaligus kami menawarkan Selayar sebagai hub nasional karena letak kami pas berada di tengah jalur pelayaran internasional ALKI II dan ALKI III," katanya.

(pgr/pgr)

Add

as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]