Erupsi Gunung Anak Krakatau, Menkes siagakan HEOC

September 2026 · 3 minute read

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Menkes siagakan HEOC

Minggu, 6 September 2026 12:18 WIB

Image Print

Lava pijar dari Gunung Anak Krakatau terlihat dari Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (5/9/2026). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat rangkaian letusan yang terjadi sejak Jumat (4/9) malam tersebut terindikasi sebagai pancaran lava (lava fountain) dengan durasi gempa letusan mencapai 21.600 detik dan amplitudo maksimum 70 milimeter yang merupakan intensitas tertinggi sepanjang tahun 2026. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/agr

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan pihaknya mulai mengaktifkan Health Emergency Operating Centre (HEOC) dan menyiapkan nebulizer, konsentrator oksigen, obat tetes mata, salep kulit, sebagai respons dampak kesehatan erupsi Anak Krakatau.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu, Budi mengatakan bahwa erupsi Anak Krakatau berdampak pada kesehatan, baik terhadap pernafasan, mata, maupun kulit.

"Kita juga segera mengeluarkan surat edaran untuk memberikan guidance yang rinci terhadap para petugas tenaga kesehatan di seluruh kabupaten/kota yang terdampak," ujar Budi.

Untuk mengurangi dampak tersebut, dia menyarankan publik untuk tetap di rumah. Apabila ke luar rumah, disarankan untuk memakai masker dan kacamata guna menghindari partikel-partikel dari erupsi tersebut masuk ke tubuh.

"Kalau kulit, begitu pulang langsung dibersihkan. Kalau ternyata sudah sakit, ya segera ke puskesmas. Kita sudah siapkan kalau pernafasan ada nebulizer dan oxygen concentrator. Kalau misalnya mata kita siapkan tetes mata. Kalau kulit, juga kita siapkan salep kulit," katanya.

Dia mengingatkan untuk tidak mengucek mata apabila terkena partikel erupsi, dan membersihkan dengan air atau obat tetes mata, atau ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan.

"Sekali lagi, jangan panik, stay at home and stay healthy," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto mengatakan pihaknya melakukan sejumlah upaya merespons kondisi tersebut, seperti operasi modifikasi cuaca.

"Ada dua teknik untuk OMC. Yang pertama adalah untuk mendatangkan hujan tentu saja. Kalau hujannya nanti turun dengan cukup deras begitu, tentu saja abu vulkanik yang sekarang, mulai kemarin sampai hari ini mengganggu kehidupan kita, ini bisa segera luruh," katanya.

Untuk Jakarta, Banten dan Lampung, apabila tidak ada pertumbuhan awan hujan, pihaknya dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan menggunakan metode water mist untuk mengurai partikel abu yang berbahaya..

Sementara itu,

Bupati Tangerang, Banten, Moch Maesyal Rasyid meminta agar masyarakat di daerah tersebut waspada dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruang sebagai antisipasi paparan abu vulkanik aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Yang jelas, setiap hari sekarang kita harus menggunakan masker sementara ini. Mudah-mudahan masyarakat Kabupaten Tangerang aktivitas menggunakan masker, semuanya sehat," kata Bupati Maesyal di Tangerang, Minggu.

Ia mengatakan bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di luar ruang diminta tetap waspada dan menjaga keselamatan diri dengan selalu memakai alat pelindung diri seperti masker.

Pasalnya, kata dia, sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau telah berdampak luas ke wilayah Kabupaten Tangerang, sehingga,pemerintah daerah mengimbau agar seluruh elemen bisa mengantisipasi dampaknya.

"Ya, memang betul. Jadi abu vulkanik Krakatau ini dengan erupsinya sampai ke Tangerang. Buktinya tadi pagi saya bangun, keluar, ternyata itu banyak debu-debu yang ada di atas genteng, di atas kap mobil, tetangga, dan juga ada beberapa tempat yang memang banyak debunya itu dari Krakatau," jelasnya.

Dia mengingat partikel abu vulkanik berbahaya bagi saluran pernapasan. Pemerintah menekankan pentingnya langkah-langkah pencegahan bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah; dengan meningkatkan kehati-hatian dalam berkendara maupun beraktivitas harian di luar ruangan.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menkes siagakan HEOC dan siapkan obat respons erupsi Anak Krakatau

Pewarta : Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.