Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya Berawal dari Hubungan Asmara yang Tak Direstui Orang Tua

July 2026 · 2 minute read

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:17 WIB

Jakarta, VIVA – Polisi mengungkap perkembangan terbaru terkait dugaan penculikan atlet golf Jesslyn Wijaya yang sempat terjadi di sebuah restoran di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat.

Baca Juga

Penyidik kini menduga peristiwa tersebut dipicu persoalan hubungan pribadi yang tidak mendapat restu dari orang tua korban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Polisi Roby Heri Saputra mengatakan dugaan tersebut muncul berdasarkan hasil penyelidikan yang telah dilakukan sejauh ini.

Baca Juga

"Kemungkinan adalah ketidaksetujuan dari orang tua Jeslyn terhadap Jeslyn yang melakukan komunikasi atau berhubungan dengan pacar atau kawan-kawannya,” katanya, Jumat, 31 Juli 2026.

Meski demikian, polisi masih mendalami kasus tersebut dan belum menyimpulkan apakah peristiwa yang dialami Jesslyn merupakan tindak pidana penculikan atau bukan.

Baca Juga

Roby mengungkapkan, saat ini keberadaan Jesslyn telah diketahui. Polisi bahkan telah menerima video testimoni dari yang bersangkutan. Namun, penyidik masih berupaya melakukan komunikasi secara langsung melalui panggilan video.

“Untuk keberadaannya, sudah ada video testimoni. Namun, kami masih meminta untuk komunikasi langsung by Zoom meeting atau melalui video call kepada Jesslyn,” tutur dia.

Ia berharap komunikasi langsung dengan Jesslyn dapat terlaksana dalam waktu dekat mengingat atlet golf tersebut saat ini berada di luar negeri.

“Kita jadwalkan hari ini sudah bisa berhubungan atau bersentuhan langsung dengan Jesslyn yang sedang berada di luar negeri melalui Zoom meeting dan video call,” ujar dia.

Menurut Roby, keterangan langsung dari Jesslyn menjadi kunci untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

“Ya, ini tergantung dari bagaimana pengakuannya Jeslyn. Kalau memang ternyata dia tidak keberatan, kemudian ikut ke Semarang, kemudian sampai dengan Bangkok itu dengan kesadarannya sendiri dan tanpa paksaan, baik secara fisik maupun psikologi, itu tidak ada perbuatan pidananya,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, polisi mengungkap Jesslyn meninggalkan Indonesia bersama ibu dan bibinya sehari setelah insiden yang diduga sebagai penculikan terjadi di Restoran Saung Kita, Mangga Besar, Jakarta Pusat, pada Senin, 13 Juli 2026 sekitar pukul 19.45 WIB.

Menurut penyelidikan sementara, Jesslyn berangkat dari Indonesia menuju Kuala Lumpur sebelum melanjutkan perjalanan ke Bangkok.

Halaman Selanjutnya

“(Jesslyn pergi) Bersama ibu dan bibinya. Terbang dari Indonesia ke Kuala Lumpur lalu ke Bangkok,” ungkap Roby kepada wartawan, Kamis, 23 Juli 2026.