Dua kapal pengungsi Rohingya tenggelam, 500 orang diduga tewas

July 2026 · 2 minute read

Istanbul (ANTARA) - Lebih dari 500 orang, yang sebagian besar di antaranya dari komunitas Rohingya, diduga tewas dalam tragedi tenggelamnya dua kapal di Myanmar beberapa pekan lalu.

Pernyataan bersama dari Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Migrasi Internasional (IOM), Kamis, mengkonfirmasi keberangkatan dua kapal, yang sebagian besar penumpangnya merupakan etnis Rohingya, dari wilayah Rakhine di Myanmar pada akhir Juni lalu.

Beberapa dari penumpang dua kapal naas itu disebut berasal dari pusat-pusat pengungsian di Cox's Bazar, Bangladesh.

Kapal pertama yang mengangkut sekitar 250 orang dilaporkan hilang kontak tak lama setelah keberangkatan, menurut dua badan PBB itu.

Baca juga: Finlandia bantu Rp47,98 miliar untuk pengungsi Rohingya di Bangladesh

Sementara itu, kapal kedua yang dilaporkan membawa 280 orang diduga kuat tenggelam di pesisir Ayeyarwady, Myanmar, pada 8 Juli.

"Terjadinya peristiwa tersebut dan jumlah pasti korban kecelakaan masih belum dinyatakan secara resmi," kata dua badan PBB Itu.

Badan Pengungsi PBB dan IOM juga menyatakan kekhawatiran mendalam atas potensi besarnya korban jiwa dalam kecelakaan kapal tersebut.

"Sebagian besar penumpang berasal dari etnis Rohingya yang menantang risiko pelayaran laut yang berbahaya demi mencari keamanan," kata Badan Pengungsi PBB di platform X.

Masyarakat Rohingya, karena mengalami penindasan di tanah airnya oleh junta Myanmar dan kelompok etnis lain, melarikan diri dari Myanmar menuju tempat-tempat yang dinilai lebih aman, baik di dalam negeri maupun di Bangladesh dan Indonesia.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Rohingya kecam pemilihan Min Aung Hlaing sebagai presiden Myanmar

Baca juga: Kapal pembawa 100 migran Rohingya terbalik di perairan Malaysia

Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.