Korban dua orang anak, kondisi meninggal dunia
Surabaya (ANTARA) - Dua anak masing-masing berusia tujuh dan lima tahun meninggal dunia dalam kebakaran sebuah kamar di Jalan Simorejo XVI, Surabaya, Minggu sore.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya Laksita Rini mengatakan dua korban ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamar yang terbakar.
"Korban dua orang anak, kondisi meninggal dunia," kata Laksita Rini di Surabaya, Minggu.
Ia menjelaskan, dua korban tersebut yakni atas nama Kaffa Bihi Abdillah (7) dan Khotibul Umam (5), sedangkan kamar yang terbakar merupakan milik Moch. Kayis Khabibullah.
Menurut hasil pantauan petugas, kata dia, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang menyebabkan exhaust dan kipas di kamar terbakar sebelum api merambat ke kasur.
Selain itu, menurut keterangan warga, lanjutnya, pintu kamar tersebut dikunci menggunakan rantai yang dikaitkan pada sisi pintu dan tembok saat kejadian berlangsung.
Setelahnya, warga menemukan kedua anak tersebut di dalam kamar dalam kondisi meninggal dunia dan petugas melakukan pengecekan hingga lokasi dinyatakan kondusif pada pukul 17.28 WIB.
Sebelumnya, ia menambahkan, petugas DPKP Surabaya menerima laporan kebakaran pada pukul 15.38 WIB dan berangkat satu menit kemudian dari pos terdekat menuju lokasi kejadian.
"Petugas tiba pukul 15.44 WIB dan saat tiba kondisi api sudah padam, sehingga tim langsung melakukan pembasahan karena tembok masih terasa panas," ujarnya.
Adapun saat penanganan, pihaknya mengerahkan sebanyak empat unit tempur dan lima unit penyelamatan, terdiri atas tiga unit tempur Pos TVRI, satu unit tempur Rayon 1 Pasar Turi, empat unit Tim Rescue, dan satu unit Walang Kadung Rescue.
Penanganan kejadian melibatkan DPKP Surabaya, BPBD Kota Surabaya, Posko Terpadu Dukuh Pakis, Puskesmas Simomulyo, serta Polsek Sukomanunggal bersama tim Inafis.
Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.