Jakarta (ANTARA) - Basarnas memprioritaskan pencarian 130 orang yang hingga saat ini belum ditemukan dalam kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu.
"Prioritas operasi diarahkan pada pencarian dan pertolongan terhadap 130 orang yang masih dalam pencarian," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin selaku SAR Mission Coordinator, I Putu Sudayana dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Basarnas melaporkan data sementara enam korban meninggal dunia dari 103 orang yang telah dievakuasi dalam kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 yang membawa 243 orang.
TB Mauhaw IX mengevakuasi 16 orang yang terdiri atas 15 orang selamat dan satu orang meninggal dunia, sedangkan TB TCP berhasil mengevakuasi 38 orang dengan rincian 33 orang selamat dan lima orang meninggal dunia dari lokasi kejadian.
Selain itu, MV Haida berhasil mengevakuasi 49 orang dari Kapal Virgo Transport 8 dan seluruh korban tersebut dinyatakan selamat, sehingga total korban yang telah berhasil dievakuasi mencapai 103 orang dengan 97 orang selamat dan enam orang meninggal dunia.
Kapal Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu, pukul 02.00 Wita saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9), sehingga Basarnas memperkuat operasi pencarian dan pertolongan melalui pengerahan unsur udara serta kapal SAR gabungan.
Sebanyak 16 orang yang dievakuasi TB Mauhaw IX, termasuk satu korban meninggal dunia, akan dibawa menuju Pelabuhan Tuban sesuai informasi dari nakhoda kapal tersebut, sedangkan 87 orang yang dievakuasi TB TCP dan MV Haida akan dibawa menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Basarnas juga melaporkan sampai dengan pukul 14.56 WITA, pencarian dan pertolongan dilaksanakan secara terpadu oleh unsur laut dan udara.
Pengembangan pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan last known position (LKP), lokasi kejadian/titik tenggelam, serta informasi posisi penemuan dan penyelamatan survivor.
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.