Samarinda (ANTARA) - DPRD Kota Samarinda meminta pemerintah kota setempat berkomitmen menjaga kelangsungan program digitalisasi literasi dengan mengucurkan anggaran yang memadai, khususnya demi mengoptimalkan aplikasi iSamarinda agar tidak mandek.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, di Samarinda, Senin, menegaskan bahwa aplikasi iSamarinda besutan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kota Samarinda harus terus didorong.
"Aplikasi ini diproyeksikan menjadi sarana utama bagi warga dalam mengakses bahan bacaan secara fleksibel langsung dari genggaman gawai," kata Novan.
Novan menilai, transformasi layanan publik ini sangat krusial. Akses koleksi buku tidak boleh lagi kaku dan bergantung pada bentuk fisik semata. Melainkan harus bermigrasi ke sistem daring yang bisa dijangkau kapan saja dan di mana saja.
Skema modern ini diyakini menjadi solusi praktis untuk memperluas jangkauan literasi di era digital.
“Jadi masyarakat boleh membaca melalui HP-nya sendiri, tetapi terkoneksi dengan website perpustakaan. Itu yang sebenarnya,” ujar Nova.
Pergeseran ke arah digital dianggap sebagai metode paling efektif untuk mendongkrak indeks literasi daerah. Melalui platform digital, sekat geografis dan usia bisa dipangkas, terutama di tengah pesatnya perubahan pola konsumsi informasi masyarakat saat ini.
"Tujuannya agar minat baca, bukan hanya anak-anak tetapi semua masyarakat, bisa meningkat,” lanjutnya.
Namun visi besar ini membentur tembok tebal pembiayaan. Berdasarkan hasil rapat evaluasi Komisi IV bersama Dispursip Samarinda, terungkap fakta bahwa sejumlah program strategis belum memperoleh porsi alokasi anggaran yang memadai, termasuk program penguatan literasi digital.
Novan mengingatkan Pemkot Samarinda agar program yang sudah masuk dalam dokumen visi pembangunan daerah tidak kehilangan tajinya saat eksekusi di lapangan.
Visi yang bagus akan menjadi sia-sia jika tidak ditopang oleh anggaran yang realistis.Oleh karena itu, ia mendesak agar penyusunan anggaran ke depan dilakukan dengan lebih cermat, proporsional, dan akomodatif terhadap kebutuhan tiap bidang.
Khususnya program-program yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas SDM masyarakat luas melalui layanan perpustakaan digital.
"Visinya ada, arahnya sudah jelas, tetapi pendukungan anggarannya tidak ada. Padahal urusan minat baca ini bukan hanya untuk anak-anak, tetapi untuk kebutuhan seluruh lapisan masyarakat,” cetus Novan. (Adv)
Pewarta: Arumanto
Editor : M.Ghofar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.