DPRD NTB dorong percepatan bantuan korban kebakaran di Dusun Adat Sade

August 2026 · 2 minute read
Kami berharap bupati sebagai penanggung jawab di kabupaten ini untuk segera menyalurkan bantuan.

Lombok Tengah (ANTARA) - Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Baiq Isvie Rupaeda menyerukan percepatan bantuan terhadap korban kebakaran di Dusun Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, agar masyarakat dapat segera membangun kembali rumah mereka.

"Kami berharap bupati sebagai penanggung jawab di kabupaten ini untuk segera menyalurkan bantuan," kata Baiq Isvie Rupaeda saat meninjau kondisi Dusun Adat Sade di Lombok Tengah, Kamis.

Ia mengatakan percepatan bantuan diperlukan karena masyarakat memiliki keinginan kuat untuk segera membangun kembali rumah mereka, terlebih masyarakat setempat meyakini Bulan Maulid Nabi sebagai salah satu waktu yang baik untuk membangun rumah.

"Karena itu mereka berharap bisa kembali cepat membangun, berharap juga cepat dibagikan bantuan-bantuan sosialnya," ujar Baiq Isvie.

Menurut Isvie, bantuan yang diberikan pemerintah harus disesuaikan dengan kebutuhan warga. Apabila bantuan berupa bahan bangunan, material yang disalurkan harus memiliki jumlah dan kualitas yang memadai agar dapat digunakan untuk membangun kembali rumah warga.

"Jangan sampai diberikan bantuan tapi tidak mencukupi," katanya.

Ia memahami pemerintah memiliki mekanisme dan aturan dalam menyalurkan bantuan. Namun, menurut dia, keinginan masyarakat untuk segera membangun kembali rumah perlu direspons dengan mencari jalan keluar terbaik melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

"Saya kira ini harus dikolaborasikan antara kemauan masyarakat dan pemerintah," ujarnya.

Isvie mengatakan pemerintah perlu mendengar aspirasi masyarakat yang menginginkan percepatan pembangunan, sembari tetap menyesuaikan proses penyaluran bantuan dengan mekanisme yang berlaku.

Sementara itu Ketua Komisi II DPRD NTB Lalu Pelita Putra mengatakan pembangunan kembali Dusun Adat Sade tidak cukup hanya dengan membangun kembali rumah yang terbakar, tetapi harus tetap mempertahankan kultur dan budaya Sasak.

Menurut Pelita, Dusun Adat Sade bukan sekadar bangunan dengan tiang dan atap alang-alang, melainkan memiliki nilai kultur dan budaya yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Sasak.

"Yang terpenting hari ini bagi kami bagaimana membangun kembali sesuai dengan kultur dan budaya yang ada," ucapnya.

Ia mengatakan pembangunan kembali Dusun Adat Sade membutuhkan perencanaan yang matang serta keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat.

Kebakaran melanda Dusun Adat Sade di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, pada Sabtu (22/8) malam tersebut berdampak pada 75 rumah adat di kawasan tersebut.

Pewarta : Raudatul PKL IAIH Pancor
Editor: Sugiharto Purnama
COPYRIGHT © ANTARA 2026