DPRD dorong masyarakat Kulon Progo perkuat ketahanan pangan
Selasa, 14 Juli 2026 18:07 WIB
Ketua DPRD Kulon Progo Aris Syarifuddin diskusi dengan petani untuk memaksimalkan lahan pertanian. (ANTARA/Sutarmi)
Kulon Progo (ANTARA) - Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Aris Syarifuddin mendorong seluruh masyarakat untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan kosong guna memperkuat ketahanan pangan daerah, khususnya memasuki masa tanam (MT) ketiga.
Aris menekankan pentingnya produktivitas sektor pertanian pascapanen padi dan palawija. Menurut dia, lahan tidak boleh dibiarkan menganggur agar siklus produksi pangan tetap terjaga sepanjang tahun.
"Kami mendorong kawan-kawan petani dan warga di kampung-kampung untuk memanfaatkan lahan yang ada. Jangan sampai ada lahan yang menganggur. Manfaatkan lahan kosong tersebut untuk ditanami tanaman-tanaman yang mendukung ketahanan pangan," ujar Aris di Kulon Progo, Selasa.
Selain untuk memperkuat stok pangan lokal, langkah itu diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Optimalisasi lahan produktif dinilai menjadi salah satu strategi efektif untuk meningkatkan pendapatan warga di tingkat akar rumput, lanjutnya.
Terkait upaya tersebut, Aris meminta pemerintah kalurahan agar lebih proaktif dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat. Sinergi antara pemerintah desa dan warga diharapkan dapat memastikan setiap jengkal lahan dimaksimalkan fungsinya untuk kegiatan produktif.
"Perlu ada dorongan dari pemerintah, khususnya pemerintah kalurahan, untuk memberikan edukasi kepada warganya agar lahan-lahan kosong tidak dibiarkan tidak produktif. Ini adalah bagian dari ikhtiar kita bersama dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga," katanya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kulon Progo Tukijan mendukung program pembangunan jalan usaha tani, khususnya di Lendah karena memperkuat ketahanan pangan dan menggerakkan ekonomi kerakyatan di tingkat akar rumput.
"Kami sangat mendukung program ini dan berharap program terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Salah satu langkah konkret yang direalisasikan pada tahun ini adalah pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) Kalurahan Jatirejo," kata Tukijan.
Ia mengungkapkan bahwa proyek infrastruktur pertanian tersebut bersumber dari dana aspirasi DPRD melalui APBD Murni Anggaran 2026.
"Nilai pagu anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan akses vital ini mencapai Rp141 juta. Pembangunan JUT ini adalah wujud nyata dari aspirasi masyarakat yang kami perjuangkan agar konektivitas di sektor pertanian semakin membaik. Kami ingin memastikan petani tidak lagi mengalami kendala dalam distribusi sarana produksi maupun hasil panen," kata Tukijan.
Pewarta : STR
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026