Dedi Mulyadi Datangi Polres Purwakarta, Minta Kasus Satpam Tewas Terborgol Segera Terungkap

July 2026 ยท 2 minute read

Selasa, 28 Juli 2026, 05:39 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung menyoroti kasus kematian Sumarna (42), petugas keamanan objek vital Waduk Jatiluhur, Purwakarta. Sumarna ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tangan terborgol dan kasusnya kini masih didalami kepolisian.

Dedi mendatangi Mapolres Purwakarta pada Senin (27/7/2026) untuk meminta perkembangan penyelidikan kasus tersebut. Sebelum bertemu penyidik, Dedi terlebih dahulu mendatangi rumah keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa.

"Pagi ini saya bertemu dengan keluarga korban. Korban diduga pembunuhan. Hari ini saya bertemu Pak Kasat Reskrim untuk menanyakan perkembangan."

"Kita meminta agar kasus ini segera terungkap karena ini menyangkut rasa aman masyarakat di Jawa Barat," ujar Dedi Mulyadi kepada awak media di Mapolres Purwakarta, Senin (27/7/2026).

Dedi mengatakan Pemprov Jawa Barat akan mendukung kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut. Ia menilai kasus kematian Sumarna menjadi perhatian karena berkaitan dengan rasa aman masyarakat.

Dedi bahkan menjanjikan dukungan berupa perbaikan fasilitas kantor Satreskrim Polres Purwakarta jika kasus tersebut berhasil diungkap. Langkah itu disebut sebagai bentuk dukungan kepada penyidik yang tengah bekerja mengungkap kematian Sumarna.

"Supporting-nya sederhana, kasus ini harus segera terungkap. Kalau sudah terungkap, saya mau rehab ruangan Serse-nya," tegas KDM.

Selain kasus kematian Sumarna, Dedi turut menyoroti sistem keamanan di kawasan Waduk Jatiluhur. Menurutnya, pengawasan terhadap kawasan yang masuk kategori Objek Vital Nasional tersebut masih perlu diperkuat.

Dedi menilai Waduk Jatiluhur memiliki fungsi strategis bagi masyarakat. Kawasan tersebut berperan sebagai pengendali banjir, pembangkit listrik, sekaligus penyedia air baku.

Ia mempertanyakan keberadaan sistem kamera pengawas di sejumlah titik penting kawasan waduk. Salah satu lokasi yang menjadi sorotan Dedi adalah area tanggul bendungan.

"Bayangkan perusahaan besar yang menjaga objek vital negara, masa di tanggulnya tidak ada CCTV?"

Dedi meminta Perum Jasa Tirta (PJT) II membangun sistem pengawasan yang lebih terintegrasi. Ia mengusulkan keberadaan command center yang dapat memantau seluruh kawasan selama 24 jam.

"Harusnya PJT punya command center yang dipantau 24 jam. Semua titik harus dipantau sehingga setiap pergerakan orang bisa terdeteksi," cetus Dedi.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Ikut Respons Kasus Kematian Satpam Terborgol di Jatiluhur

Menurut Dedi, evaluasi sistem keamanan perlu dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah ancaman yang lebih serius. Ia mengingatkan kawasan objek vital seperti Jatiluhur harus memiliki sistem pengawasan yang mampu mendeteksi aktivitas mencurigakan.

"Ini penting agar kawasan Jatiluhur terbebas dari berbagai ancaman. Bayangin loh, kalau di situ ada orang bawa mobil terus bawa bahan peledak lalu ditinggalkan di sana?" tandasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy