Dapat dukungan Marciano, Gubernur NTB berpeluang pimpin KONI NTB

August 2026 · 2 minute read

Mataram (ANTARA) - Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal maju dalam penjaringan Ketua KONI NTB periode 2026-2030.

"Kalau gubernur maju sebagai Ketua KONI kita semua harus mendukung. Beliau adalah pejabat tertinggi di provinsi ini. Kalau pejabat provinsi tertinggi mencalonkan sebagai Ketua KONI kita harus dukung penuh," kata Marciano Norman kepada wartawan usai bertemu Gubernur NTB di Pendopo Gubernur NTB di Mataram, Jumat.

Ia mengaku meski mendukung Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal maju dalam bursa calon Ketua KONI NTB, namun secara pribadi dirinya belum pernah berbicara secara langsung dengan orang nomor satu di NTB itu terkait suksesi Ketua KONI dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) NTB Agustus ini.

"Bertemu, belum pernah," ujarnya.

Kendati demikian, menurut Marciano, Gubernur menjadi Ketua KONI sangat ideal bagi kesuksesan PON, sebab keberhasilan PON, ditentukan oleh Gubernur dan Ketua KONI.

"Ketua KONI-nya mempersiapkan atlet-atlet untuk bisa berlaga. Gubernur sebagai Ketua PB PON. Jadi sangat ideal sekali. Contohnya NTT, Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena juga menjadi Ketua KONI NTT," tegas Marciano.

Oleh karena itu, ia berharap semua pihak untuk segera bisa duduk bersama membahas suksesi Ketua KONI NTB.

"Ini kan proses musyawarah provinsi sedang berjalan, saya berharap dalam waktu yang ada ini pak gubernur beserta tokoh yang memperjuangkan PON dapat duduk bersama dan kita sama-sama memberikan dukungan penuh kepada gubernur sebagai Ketua KONI NTB," ucapnya.

Lebih lanjut, Marciano, menepis bahwa bagi calon Ketua KONI harus memiliki saldo di rekening Rp5 miliar. Menurutnya, syarat tersebut tidak pernah diatur oleh KONI Pusat.

"Nggak ada itu. Dari mana (aturan) itu, ya. Saya Ketua KONI Pusat nol. Nggak pernah pakai hal-hal seperti itu," ucapnya.

Sementara terkait uang pendaftaran sebesar Rp200 juta bagi calon Ketua KONI, Marciano menyerahkan sepenuhnya hal tersebut kepada Tim Penjaringan dan Penyaringan TPP Musorprov.

"Itu tim penjaringan dan penyaringan yang menentukan. Saya nggak mau intervensi itu. Silahkan," katanya.

Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, menyatakan akan istikarah terlebih dahulu. Namun demikian, ia meminta untuk semuanya menunggu keputusannya.

"Saya baru dengar dari beliau (Marciano). Kita tunggu saja. Kita istikarah saja dulu," ujar Iqbal.

Iqbal menyatakan ingin fokus mengurus agenda-agenda besar NTB ke depan. Meski demikian, dengan nada bercanda, Iqbal mengaku tidak memiliki saldo sebesar Rp5 miliar.

"Saya nggak punya Rp5 miliar sudah habis di kampanye," kelakar Iqbal pada wartawan.