Daftar Masalah yang Hambat Pemadaman Karhutla di Kalimantan

August 2026 · 2 minute read

Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan sumber daya hingga kondisi lokasi kebakaran yang sulit dijangkau.

Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur (Kotim) Multazam mengatakan sejumlah lokasi masih menyisakan kepulan asap setelah proses pemadaman.

Berikut daftar masalah yang hambat pemadaman karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Keterbatasan sumber air dan peralatan

Pada Rabu (19/8), petugas gabungan menangani sedikitnya 22 titik kebakaran di wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Baamang, Kotim di tengah keterbatasan sarana pemadaman.

"Kondisi lapangan tidak mudah. Petugas menghadapi kendala sumber air yang jauh, keterbatasan selang, hingga gangguan pada mesin pemadam," kata Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, seperti diberitakan detikcom pada Kamis (20/8).

2. Lokasi karhutla sulit dijangkau

Penanganan karhutla masih menyisakan kepulan asap setelah proses pemadaman meski penanganan karhutla berlangsung di puluhan titik dalam waktu bersamaan.

"Di beberapa lokasi, api berada di kawasan yang sulit dijangkau sehingga membutuhkan waktu dan tenaga ekstra untuk melakukan pembasahan," kata Multazam.

"Salah satu kawasan yang menjadi perhatian berada di sekitar Jalan Moh Hatta Lingkar Selatan, Mentawa Baru Ketapang," ujarnya.

"Selain itu, penanganan juga dilakukan di sejumlah titik di Jalan Panglima Hamdan, Jalan MT Haryono Barat, Jalan HM Arsyad hingga kawasan Jalan Jenderal Sudirman," imbuhnya.

3. Keterbatasan BBM

Camat Mentawa Baru Ketapang Irpansyah mengatakan ketersediaan air dan bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu kendala terbesar dalam penanganan karhutla.

Upaya melibatkan masyarakat melalui RT untuk membantu menyuplai air juga menghadapi kendala. Menurut Irpansyah, banyak warga tidak memiliki kendaraan atau sarana yang memadai untuk mengangkut air menuju lokasi kebakaran.

"Sementara ini kami sudah kerja hampir satu bulan lebih. Kami Kecamatan Mentawa Baru Ketapang khususnya, itu kami swadaya. Jadi, enggak ada bantuan sama sekali," kata Irpansyah.

Pada Rabu (19/8), pihaknya baru menerima bantuan BBM sebanyak 30 liter dari BPBD Kotim untuk mendukung aktivitas relawan. Namun, jumlah tersebut dinilai belum mencukupi kebutuhan operasional.

Intensitas penanganan yang tinggi juga mulai berdampak terhadap kondisi para relawan. Seorang relawan asal Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Rizky Mubarrak, harus mendapat penanganan medis di IGD RSUD dr Murjani Sampit setelah mengalami sesak napas dan kelelahan ketika membantu memadamkan karhutla.

Camat Mentawa Baru Ketapang Irpansyah menyebut kondisi Rizky telah stabil setelah mendapatkan pertolongan medis.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya mengungkap sebaran titik panas atau hotspot di wilayah Kalimantan tertinggi berada di wilayah Kalimantan Tengah dengan 767 titik. Disusul Kalimantan Barat 560 titik, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing 74 titik, serta Kalimantan Utara ada 3 titik.

(van/agt)

placeholder