Charger Masih Dibiarkan Menancap di Stopkontak? Ketahui Dampaknya bagi Keamanan Kelistrikan di Rumah

July 2026 ยท 2 minute read

Bagikan:

YOGYAKARTA - Membiarkan charger tetap menancap di stopkontak setelah selesai digunakan sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Alasannya sederhana, yakni lebih praktis karena charger siap dipakai kapan saja. Namun, apakah kebiasaan ini benar-benar aman? Pertanyaan ini penting karena berkaitan dengan keamanan rumah, penggunaan listrik, sekaligus perawatan charger agar lebih awet.

Menurut para ahli yang dikutip The Spruce, Rabu, 22 Juli, charger modern memang tetap mengonsumsi listrik saat masih terhubung ke stopkontak, meski jumlahnya sangat kecil. Kondisi ini dikenal sebagai standby power atau phantom power, yaitu listrik yang tetap digunakan meskipun perangkat tidak sedang mengisi daya. Pada satu charger, konsumsi dayanya mungkin tidak terasa, tetapi jika di rumah terdapat banyak perangkat yang terus berada dalam mode siaga, penggunaan listrik tersebut dapat terakumulasi seiring waktu.

Meski begitu, alasan utama untuk mencabut charger bukan semata-mata demi menghemat tagihan listrik. Faktor yang lebih penting adalah keamanan. Charger yang terus tersambung ke sumber listrik memiliki kemungkinan mengalami panas berlebih, terutama jika kualitasnya kurang baik, sudah berusia lama, atau kabelnya mulai rusak. Risiko ini memang tidak selalu terjadi, tetapi mencabut charger setelah selesai digunakan dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi potensi gangguan kelistrikan.

dampak charger masih dibiarkan menancap di stopkontak bagi keamanan dan listrik rumah
Ilustrasi dampak charger masih dibiarkan menancap di stopkontak bagi keamanan dan listrik rumah (Freepik)

Selain lebih aman, kebiasaan mencabut charger juga dapat membantu menjaga usia pakainya. Walaupun tidak sedang digunakan untuk mengisi daya, komponen elektronik di dalam charger tetap menerima aliran listrik selama masih terhubung ke stopkontak. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi mempercepat keausan komponen, terlebih jika terjadi lonjakan tegangan listrik.

Kapan charger tidak perlu dicabut?

Tidak semua charger atau adaptor harus selalu dilepas dari stopkontak. Beberapa perangkat memang dirancang untuk tetap mendapatkan pasokan listrik secara terus-menerus, seperti sistem keamanan rumah, perangkat medis tertentu, atau perlengkapan rumah pintar. Untuk perangkat tersebut, memutus aliran listrik justru dapat mengganggu fungsi atau pengaturannya.

Agar penggunaan charger tetap aman, sebaiknya gunakan produk asli atau yang telah memenuhi standar keamanan. Hindari menggunakan charger dengan kabel terkelupas, adaptor retak, atau yang terasa sangat panas saat dipakai. Jika memungkinkan, gunakan stopkontak yang dilengkapi pelindung lonjakan arus (surge protector), terutama untuk perangkat elektronik yang bernilai tinggi.

BACA JUGA:


Pada akhirnya, mencabut charger setelah selesai digunakan merupakan kebiasaan sederhana yang layak diterapkan. Meski penghematan listriknya mungkin tidak terlalu besar, langkah ini dapat membantu meningkatkan keamanan rumah, mengurangi konsumsi listrik siaga, serta menjaga charger tetap awet. Dengan kata lain, kebiasaan kecil ini bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi perlengkapan elektronik di rumah dalam jangka panjang.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+