Cara Membuat Biogas dari Limbah Organik Secara Sederhana

July 2026 · 4 minute read

Biogas dapat dibuat dari berbagai jenis limbah, seperti kotoran ternak, sisa makanan, limbah pertanian, hingga sampah organik rumah tangga. Selain menghasilkan energi, pemanfaatan biogas juga membantu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus mengolah limbah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

Meskipun terlihat rumit, proses pembuatan biogas sebenarnya terdiri dari beberapa tahapan yang saling berkaitan. Dengan memahami prosesnya, masyarakat dapat mengetahui bagaimana limbah organik dapat diubah menjadi sumber energi yang bernilai ekonomis.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Dorong Biogas hingga Kompor Listrik Imbas Kenaikan Harga LPG Nonsubsidi

Apa Itu Biogas?

Biogas adalah gas yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan organik oleh bakteri anaerob, yaitu bakteri yang bekerja tanpa membutuhkan oksigen. Gas yang dihasilkan didominasi oleh metana (CH₄) dan karbon dioksida (CO₂).

Kandungan metana pada biogas membuatnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk memasak, pembangkit listrik, hingga kebutuhan industri. Selain menghasilkan energi, proses pembuatannya juga menghasilkan pupuk organik yang masih memiliki nilai guna.

Karena berasal dari limbah yang dapat diperbarui, biogas termasuk salah satu sumber energi terbarukan yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Bahan yang Digunakan untuk Membuat Biogas

Pembuatan biogas membutuhkan bahan organik yang mudah terurai oleh mikroorganisme. Semakin baik kualitas bahan baku, semakin optimal pula gas yang dihasilkan.

Beberapa bahan yang umum digunakan antara lain kotoran sapi, kotoran kambing, kotoran ayam, limbah pertanian, jerami, sisa sayuran, limbah dapur, ampas makanan, serta limbah organik lainnya yang mudah membusuk.

Selain bahan organik, proses pembuatan juga membutuhkan air sebagai media pencampur agar fermentasi dapat berlangsung dengan baik.

Peralatan yang Dibutuhkan

Pembuatan biogas memerlukan alat utama berupa biodigester. Biodigester adalah wadah tertutup yang digunakan sebagai tempat fermentasi limbah organik.

Selain biodigester, diperlukan pipa penyalur gas, saluran pemasukan bahan baku, saluran pengeluaran residu, penampung gas, dan kompor atau generator apabila biogas akan dimanfaatkan sebagai sumber energi.

Semua peralatan tersebut dirancang agar proses fermentasi berlangsung tanpa adanya udara dari luar.

Baca Juga: Banyak Akal! Australia Sulap Bir Tak Laku Jadi Biogas Murah

Tahapan Cara Membuat Biogas

Pembuatan biogas dilakukan melalui beberapa tahapan agar proses fermentasi dapat menghasilkan gas metana secara optimal.

1. Menyiapkan Bahan Organik

Tahap pertama adalah mengumpulkan bahan organik yang akan digunakan. Kotoran ternak menjadi bahan yang paling sering dimanfaatkan karena mengandung mikroorganisme yang membantu proses fermentasi.

Bahan organik sebaiknya masih segar agar proses pembentukan gas berlangsung lebih cepat dan menghasilkan metana dalam jumlah yang lebih besar.

2. Mencampurkan Bahan dengan Air

Bahan organik kemudian dicampur dengan air hingga membentuk lumpur atau slurry. Perbandingan air dan bahan biasanya disesuaikan dengan jenis limbah yang digunakan.

Campuran yang homogen akan memudahkan bakteri menguraikan bahan organik selama proses fermentasi berlangsung.

3. Memasukkan Campuran ke Biodigester

Setelah tercampur rata, slurry dimasukkan ke dalam biodigester melalui saluran khusus. Biodigester kemudian ditutup rapat agar tidak ada oksigen yang masuk ke dalamnya.

Kondisi tanpa oksigen sangat penting karena bakteri anaerob hanya dapat bekerja pada lingkungan tertutup.

4. Melakukan Fermentasi Anaerob

Di dalam biodigester, mikroorganisme mulai menguraikan bahan organik secara bertahap. Selama proses ini akan terbentuk gas metana, karbon dioksida, dan sedikit gas lainnya.

Proses fermentasi biasanya berlangsung selama beberapa minggu, tergantung suhu, jenis bahan baku, dan ukuran biodigester.

5. Menampung Gas Biogas

Gas yang terbentuk akan mengalir melalui pipa menuju tempat penampungan. Penampung ini berfungsi menyimpan biogas sebelum digunakan. Apabila tekanan gas sudah mencukupi, biogas dapat langsung dimanfaatkan sebagai bahan bakar.

6. Memanfaatkan Biogas

Biogas yang telah terkumpul dapat digunakan untuk memasak, menghidupkan generator listrik, atau kebutuhan energi lainnya.

Sementara itu, sisa fermentasi yang keluar dari biodigester masih dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik karena mengandung berbagai unsur hara yang bermanfaat bagi tanaman.

Faktor yang Memengaruhi Produksi Biogas

Produksi biogas dipengaruhi oleh beberapa faktor penting. Salah satunya adalah kualitas bahan baku yang digunakan. Selain itu, suhu fermentasi, tingkat keasaman atau pH, kadar air, serta kondisi biodigester juga memengaruhi jumlah gas yang dihasilkan.

Pengelolaan yang baik akan membuat proses fermentasi berlangsung lebih optimal. Perawatan rutin juga diperlukan agar sistem tetap bekerja secara efisien dalam jangka panjang.

Manfaat Menggunakan Biogas

Biogas memberikan banyak manfaat bagi masyarakat maupun lingkungan. Selain menjadi sumber energi alternatif, biogas juga membantu mengurangi limbah organik yang berpotensi mencemari lingkungan.

Penggunaan biogas dapat mengurangi konsumsi LPG maupun bahan bakar fosil lainnya sehingga biaya energi menjadi lebih hemat.

Selain itu, emisi gas rumah kaca dari limbah organik juga dapat ditekan melalui proses fermentasi yang terkontrol.

Hasil samping berupa pupuk organik turut memberikan nilai tambah karena dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan tanah.

Tantangan dalam Pembuatan Biogas

Meskipun memiliki banyak manfaat, pembuatan biogas masih menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah biaya awal pembangunan biodigester yang cukup besar, terutama untuk kapasitas skala menengah hingga besar.

Selain itu, proses fermentasi memerlukan pengelolaan yang baik agar produksi gas tetap stabil. Ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan juga menjadi faktor penting dalam menjaga operasional sistem biogas.

Namun, dengan teknologi yang semakin berkembang dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap energi terbarukan, pemanfaatan biogas diperkirakan akan terus meningkat.

Cara membuat biogas dimulai dari menyiapkan limbah organik, mencampurkannya dengan air, memasukkannya ke dalam biodigester, melakukan fermentasi anaerob, menampung gas metana, hingga memanfaatkan biogas sebagai sumber energi.

Setiap tahapan harus dilakukan dengan benar agar proses pembentukan gas berlangsung secara optimal.

Melalui pemanfaatan limbah organik menjadi biogas, masyarakat tidak hanya memperoleh sumber energi alternatif, tetapi juga membantu mengurangi pencemaran lingkungan dan mendukung penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.

Amalia Febriyani (Magang)