Samarinda (ANTARA) - Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda memprioritaskan suplai pasokan air irigasi untuk lahan persawahan yang telah memasuki masa tanam guna menyelamatkan hasil panen petani dari ancaman kekeringan di Provinsi Kalimantan Timur.
Kepala BWS Kalimantan IV Samarinda Andri Rachmanto Wibowo di Samarinda, Jumat, mengatakan bahwa pihaknya telah mendistribusikan pasokan air sebanyak 4.000 liter ke sejumlah area persawahan yang mengalami kekeringan.
Salah satu lokasi persawahan yang telah mendapatkan bantuan penyuplaian air tersebut adalah sawah di kawasan Tanah Merah dan Makroman, Samarinda.
"Penyaluran air ini diprioritaskan bagi sawah-sawah yang sudah terlanjur ditanami, di mana petani sudah mengeluarkan modal untuk benih, bibit, dan pupuk, agar mereka tidak mengalami gagal panen," ujar Andri.
Ia menjelaskan, untuk memaksimalkan langkah penyelamatan tersebut, BWS terus berkoordinasi secara intensif dengan dinas pertanian setempat untuk mengecek langsung lokasi-lokasi sawah yang kering serta memetakan sumber air terdekat yang bisa dimanfaatkan.
Selain menyuplai air secara langsung, BWS juga melakukan intervensi infrastruktur berupa pengerukan saluran air irigasi sepanjang 200 meter di area sawah Samarinda. Langkah normalisasi ini diambil guna mengatasi aliran air yang tidak dapat mengalir dengan lancar akibat tertutup oleh endapan lumpur.
Sementara itu, di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara, BWS Kaltim turut memberikan dukungan fasilitas berupa perbaikan dan peminjaman mesin pompa air kepada pemda setempat untuk mengoptimalkan sistem pengairan sawah.
Andri memaparkan bahwa fasilitas sumur air tanah dalam yang dibangun BWS sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk mengairi sawah. Akan tetapi, di tengah kondisi kekeringan ekstrem saat ini, prioritas utama penggunaan cadangan air dari sumur tersebut dialihkan untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat.
Untuk mencegah kerugian yang lebih besar, BWS telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pertanian untuk mengimbau para petani, khususnya penggarap lahan sawah tadah hujan, agar menunda penanaman padi baru sambil menunggu musim hujan tiba.
"Kegiatan penanaman baru hanya direkomendasikan bagi area persawahan yang memiliki kelayakan pasokan air dari bendungan yang memadai di wilayah hulunya," ucapnya.
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.