"Segera lakukan konsolidasi. Jangan membangun sekat organisasi. Jangan hanya menunggu laporan, tetapi turun langsung ke lapangan dan lihat kondisi yang sebenarnya,"
Sumbawa (ANTARA) - Bupati Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Syarafuddin Jarot meminta 167 pejabat yang baru dilantik memperkuat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dan turun langsung ke lapangan untuk memastikan pelayanan pemerintah berdampak nyata bagi masyarakat.
"Segera lakukan konsolidasi. Jangan membangun sekat organisasi. Jangan hanya menunggu laporan, tetapi turun langsung ke lapangan dan lihat kondisi yang sebenarnya," katanya saat melantik dan mengambil sumpah/janji 167 pejabat di Aula H. Madelaoe ADT, Kantor Bupati Sumbawa, Senin.
Ia mengatakan pelantikan jabatan bukan sekadar proses administratif, tetapi bagian dari upaya memperkuat kinerja pemerintahan dan memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.
Sebanyak 167 pejabat yang dilantik terdiri atas tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PPTP), tiga pejabat fungsional, dan 161 kepala sekolah.
Menurut Syarafuddin, pejabat yang mendapat amanah baru harus segera memahami tugas dan kewenangan masing-masing serta membangun kerja sama lintas-OPD agar persoalan di lapangan dapat ditangani secara lebih efektif.
Ia menegaskan keberhasilan seorang pemimpin tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari hasil kerja dan dampak yang dirasakan masyarakat.
Tiga pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik yakni Muhammad Nur Hidayat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Pipin Shakti Bitongo sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta Junaedi sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa.
Muhammad Nur Hidayat sebelumnya menjabat Kepala BPBD Kabupaten Sumbawa, Pipin Shakti Bitongo sebelumnya menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup, sedangkan Junaedi sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak.
Syarafuddin meminta pejabat yang menempati jabatan strategis tersebut segera melakukan konsolidasi internal sekaligus memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah lainnya dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Sementara itu, kepada 161 kepala sekolah yang dilantik, Syarafuddin meminta mereka memperkuat peran sekolah dalam membentuk karakter dan meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Sumbawa.
"Kepala sekolah tidak hanya bertugas mengelola administrasi, tetapi juga menjadi pemimpin pembelajaran, pembina guru, dan penggerak peningkatan mutu pendidikan," ujarnya.
Ia meminta kepala sekolah memberi perhatian pada peningkatan kompetensi guru, kedisiplinan, penguatan karakter, serta penciptaan lingkungan sekolah yang aman dan menyenangkan.
Syarafuddin juga mengingatkan seluruh pejabat bahwa jabatan merupakan amanah dan tanggung jawab, bukan keistimewaan, sehingga harus dijalankan dengan integritas dan keteladanan.
"Ini merupakan awal dari pembuktian kinerja. Rangkul seluruh jajaran dan jangan takut melakukan perbaikan selama masih dalam koridor aturan. Jadilah pemimpin yang mampu memberikan semangat, menjadi teladan, serta meningkatkan prestasi melalui hasil kerja yang nyata," katanya.
Ia meminta seluruh pejabat menghindari konflik kepentingan dan memastikan setiap pelaksanaan tugas tetap berada dalam koridor aturan serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Pelantikan tersebut dihadiri Wakil Bupati Sumbawa H. Mohamad Ansori, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, para asisten Sekda, staf ahli bupati, kepala OPD, dan undangan lainnya.
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026